Rabu, 07 Desember 2011

Hari Komunikasi Sedunia Ke- 4, 1970: "Komunikasi Sosial Dan Kaum Muda"


Putera-puteriku terkasih, masyarakat yang berkehendak baik di mana pun juga berada, dan khususnya, kamu sekalian, para kaum muda.
Tema dari Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini menyentuh hal yang saya yakin menjadi salah satu perhatianmu yang pokok: "Komunikasi Sosial dan kaum muda". Pasti, sudah jelas bagi setiap orang bahwa ada pertanggungjawaban mendalam dalam setiap seginya, di hadapan sejarah dan di hadapan Allah sendiri, untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan-kesempatan luar biasa yang disediakan oleh media komunikasi untuk membantu kaum muda menerima informasi dan membangun diri, untuk menampilkan masalah-masalah dunia yang nyata, untuk mencari nilai-nilai hidup yang sejati dan untuk menghayati panggilan mereka sebagai pribadi dan sebagai umat kristiani.
Memang, inilah masalah yang merebak bagi semua orang yang berkehendak baik, bagi organisasi-organisasi privat, baik nasional maupun internasional, tak ketinggalan juga bagi Gereja; mereka semua harus bertanya kepada diri sendiri: kaum muda di masa yang akan datang akan menjadi seperti apa kalau sekarang mereka bertumbuh dalam dunia yang terbangun seperti ini? Dan kamu sekalian, kaum muda, masyarakat yang macam apa yang akan kaubangun sendiri kalau arah dari dunia ini terletak di tanganmu?
Putera-puteriku yang terkasih, dalam kesadaran penuh akan tanggungjawab pastoral kami, Kami ingin menyapa kamu semua: masa depan akan terbangun sesuai dengan yang kita lakukan dengan rahmat Allah.
Kami perlu mengingatkan sekali lagi, ketika gejalanya semakin merebak meluas, bahwa pers, gambar hidup, radio dan televisi cenderung menyembunyikan, bahkan mungkin menggantikan, apa yang merupakan sarana-sarana budaya tradisional, seperti, kontak antar pribadi di rumah, di sekolah dan di paroki, ketika pengajaran para guru/pendidik diwariskan turun temurun antar generasi. Jaman ini, media komunikasi sosiallah yang menyediakan sumber-sumber baru untuk pengetahuan dan kebudayaan, dengan daya yang ampuh untuk menggerakkan perasaan dan budi manusia, sambil menggunakan gagasan-gagasan yang teratur dan mengarahkan imaginasi melalui suara dan gambar yang disajikannya.
Sesungguhnya semua itu adalah sarana-sarana yang mengagumkan untuk memperluas pandangan seseorang, membangun hubungan-hubungan, berkomunikasi dan membagikan sesuatu. Tetapi jelas, hanya sejauh tetap sebagai sarana-sarana untuk mencapai suatu tujuan, tujuan satu-satunya yang baik: pelayanan bagi kemanusiaan seluruhnya dan bagi seluruh masyarakat manusia. (bdk. Populorum Progressio, no 14). Sayangnya, seringkali yang terjadi adalah yang bertentangan. Kita menyaksikan kaum muda dan anak-anak, disalahgunakan menjadi penikmat dari industri yang mempunyai tujuan pada dirinya sendiri, ditarik kepada perangkap erotisme dan kekerasan atau dijerumuskan kepada tingkahlaku yang bingung, cemas dan kacau. Bukan tuntutan yang berlebihan bahwa semua orang yang berpikir secara benar harus bersatu pada akhirnya untuk menyuarakan sebuah tanda bahaya dan mengakhiri segala sesuatu yang akhirnya merusak.
Siapa yang tidak menyadari pentingnya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sarana-sarana komunikasi sosial dengan pola kekuatannya menggerakkan melalui suara, gambar, warna dan gerak, untuk membuatnya menjadi alat-alat modern untuk mempersatukan umat manusia, yang memenuhi pengharapan kaum muda? Betapa cemerlang yang dapat diberikan oleh media komunikasi sosial itu, sejauh sebagai sebuah kesatuan dan masyarakatnya dipersiapkan untuk menerima dan meresapkannya tanpa terracuni olehnya! Jelas, begitu banyak yang dapat dipersembahkan kepada kaum muda: pilihan untuk rekreasi, informasi yang sehati, bagi anak-anak tertentu sebuah pendidikan bahkan sebelum mereka dapat membaca atau menulis. Kami berharap untuk memberikan penekanan ini selama "Tahun Pendidikan Dunia" yang didengungkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa pada awal dekade ke dua. Media komunikasi mampu melayani kaum muda dengan akses kepada sebuah budaya kwalitas seperti membangun rasa terhadap nilai-nilai sejati dari persaudaraan, perdamaian, keadailan, dan kesejahteraan umum.
Inilah tugas yang sangat berat, usaha yang mulia, bagi semua yang memanfaatkan alat-alat istimewa yang sangat berdaya ini bagi pelayanan kaum muda. Namun, semua ini tak akan pernah berbuah banyak, kecuali kalau para orang tua dan pendidik memainkan peranan mereka dalam membantu kaum muda untuk memilih, menetapkan dan menghayati apa yang disajikan kepada mereka, sehingga mereka jgua dapat menjadi pribadi-pribadi yang seutuhnya manusiawi dan kristiani. Tak banyak yang dapat diraih kalau kaum muda sendiri tinggal pasif membiarkan dirinya sendiri didikte oleh penampilan-penampilan yang begitu berdaya itu, dikuasai oleh keinginan-keinginannya dan tak mampu mengatur hidupnya sendiri.
Akhirnya, kami bertanya kepada diri kami sendiri: siapa yang dapat membawa kepada kaum muda warta tentang kehidupan sejati ini, yang tulus dan berani yang mereka cari entah sadar atau tidak? Berjuta-juta orang telah bersama-sama merasakan getaran hati di hadapan gambar-gambar tentang langkah-langkah pertama manusia di bulan. Siapakah yang dapat membawa mereka untuk bersama-sama mengalami emosi mendalam yang sama di hadapan Allah yang penuh cinta yang turun ke dunia sebagai manusia "untuk memanggil kita semua ikutserta sebagai putera-puteri dalam kehidupan Allah yang Hidup, Bapa semua umat manusia?
Kami menanggungkan kata-kata himbauan penuh kehangatan kami kepada banyak gembala jiwa, para imam, rohaniwan dan kaum awam yang dengan usaha yang mengagumkan mencari melalui media komunikasi, sebuah bahasa baru, dan sesudah menemukannya mereka wajib, memaklumkan Kabar Baik kepada kaum muda, yang selalu menakjubkan. Tak seorang pun ragu bahwa kaum muda jaman ini sangat menantikan penemuan ini. Mereka merindukan kesaksian ini. Mereka tahu juga bagaimana untuk mengakui, dengan sukacita mendalam, Dia Yang adalah jawaban dari semua pertanyaan yang mendasar dan abadi, Yang "bagi kita telah menjadi kebijaksanaan, keadilan, penyucian dan penebusan" (1 Korintus 1:30).
"Hai Kaum muda, carilah Kristus, agar tetap muda" (St. Agustinus, Ad Fratres in eremo, Sermon 44): inilah pengharapan kami, itulah doa kami.
Dengan pengharapan yang sungguh-sungguh bahwa para orang tua, para pendidik dan semua komunikator melalui media akan melakukan yang terbaik dalam memakai kesempatan Hari komunikasi sosial se dunia yang secara khusus diberikan kepada mereka, untuk permenungan yang lebih baik dan pemecahan masalah yang lebih berbuah bagi keuntungan yang lebih besar bagi kaum muda, Kami menyampaikan kepada semua saja berkat Apostolik kami yang penuh kasih sayang dan terpercaya.
Paus Paulus VI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar