Selasa, 01 Februari 2011

POSEIDON

Poseidon adalah anak dari Kronos dan Rhea, sekaligus saudara laki-laki Zeus. Dia merupakan penguasa samudera dan semua makluk yang ada di dalamnya. Poseidon memiliki kekuatan untuk menciptakan badai dan meniupkan ombaknya hingga ke gunung-gunung, mengubah angin menjadi tornado, darat dan laut diselimuti kabut tebal. Namun demikian, Posedion juga memiliki kuasa untuk menenangkan gemuruh ombak dan meredakan angin badai. Simbol yang paling terkenal adalah Trisula miliknya yang sering digunakan untuk mengeksekusi kekuatannya. Poseidon dikatakan sangat mirip secara fisik dengan saudara laki-lakinya, Zeus, kecuali dari segi perilaku. Zeus sering digambarkan sebagai dewa yang kejam dan mudah marah sedangkan Poseidon lebih lembut dan tenang. Poseidon dikatakan memiliki rambut yang lebih gelap dan wajah yang lebih tajam serta janggut yang lebih pendek daripada Zeus. Poseidon biasanya mengendarai keretanya yang dikendalikan oleh kuda-kuda laut berwarna tembaga dan bersurai emas. Poseidon tinggal di kedalaman laut Aegea di Euboea selain memiliki tempat tinggal di Gunung Olympus yang hanya didiaminya jika kehadirannya dibutuhkan di rapat para dewa di Olympus.


Walaupun Poseidon memiliki kekutan yang sangat besar, namun dia tetap menghormati saudara laki-lakinya Zeus sebagai pimpinan para dewa dan sering membantu Zeus dalam pertempuran-pertempurannya melawan para pemberontak. Seperti ketika Zeus berperang melawan para raksasa, Poseidon membuktikan bahwa dia adalah satu dewa terkuat dengan mengalahkan raksasa bernama Polybotes dalam pertempuran satu lawan satu dengan melemparkan Pulau Cos ke arah Polybotes.


Poseidon menikah dengan salah seorang peri laut bernama Amphitrite yang sering disimbolkan berwujud seekor lumba-lumba. Amphitrite biasanya menemani Poseidon mengenderai kereta emasnya. Namun suatu ketika, Poseidon jatuh cinta dengan seorang gadis cantik bernama Scylla. Amphitrite yang cemburu pun diam-diam memasukkan ramuan khusus ke dalam bak mandi Scylla yang menyebabkan scylla berubah menjadi monster mengerikan berkaki dua belas dan berkepala enam serta bersuara seperti salakan anjing. Monster Scylla ini dikatakan mendiami gugusan batu karang tinggi yang kemudian dinamai sesuai dengan namanya, Scylla. Dan dari tempat tinggalnya Scylla kerap memangsa para pelaut yang lewat, satu untuk setiap kepala.


Poseidon dan Amphitrite memiliki putra-putra yang disebut para Cyclop, raksasa berkekuatan luar biasa yang hanya memiliki satu mata di dahinya. Para Cyclop bekerja kepada Hephaestus, dewa api dan pandai besi yang bengkel kerjanya dikatakan berada di jantung pegunungan berapi Etna.
Pemimipin para Cyclop bernama Polyphemus yang jatuh cinta kepada seorang peri cantik bernama Galatea. Galatea tentu saja menolak Polyphemus dan lebih memilih seorang pemuda bernama Acis. Polyphemus yang cemburu kemudian membunuh Acis dengan melemparkan batu besar ke arahnya. Darah dari Acis kemudian mejadi mata air yang diberi namanya sesuai namanya. Selain para Cyclops, Poseidon dan Amphitrite juga memiliki anak-anak bernama Triton, Rhoda dan Benthesicyme. 
Selain para Cyclop, Poseidon juga adalah ayah dari dua raksasa Otus dan Ephialtes. Pada waktu berumur sembilan tahun saja kedua raksasa ini sudah memiliki tinggi 27 cubits (1 cubit = 45cm) dan lebar 9 cubits. Kedua raksasa ini memiliki sifat pemberontak, sudah diatur namun kuat luar bisasa. Mereka memiliki peran penting dalam perang Gigantomachia dengan berhasil memporak-porandakan tempat tinggal para dewa. Mereka dengan mudah memindahkan gunung Ossa ke Olympus dan gunung Pelion ke gunung Ossa. Namun mereka dikalahkan oleh Apollo pada usia yang masih sangat muda sehingga cerita mengenai mereka tidak banyak disebutkan.
Selain para raksasa, Poseidon memiliki anak lain bernama Pelias dan Neleus. Ibu mereka, Tyro, tadinya adalah tunangan Enipeus, dewa sungai. Namun hati Tyro berhasil ditaklukkan oleh Poseidon sehinga Tyro menjadi miliknya. Nama Pelias banyak disebutkan dalam kisah Jason and the Argonauts sedangkan Neleus merupakan Ayah dari Nestor dalam kisah Trojan War.


Penduduk Yunani percaya bahwa Poseidon-lah yang menciptakan makluk bernama kuda. Hal ini terjadi ketika Poseidon dan Athena memperebutkan kota bernama Cecropia (nama kota Athena sebelum menjadi milik Dewi Athena). Pertengkaran pun terjadi hingga sampai ke sidang para dewa. Para dewa memutuskan bahwa kota Cecropia akan menjadi milik siapa pun yang bisa menciptakan sesuatu yang paling berguna bagi manusia. Poseidon melemparkan trisulanya ke tanah dan keluarlah kuda-kuda dari dalam tanah, anggun dan perkasa. Sedangkan Athena menyentuh tanah dengan tongkatnya dan tumbuhlah pohon zaitun. Para dewa menganggap pemberian Athena lebih baik karena merupakan simbol perdamaian dan kesuburan, sedangkan kuda milik Poseidon dianggap sebagai simbol peperangan dan pertumpahan darah. Dengan demikian Athena lah yang berhak atas kota Cecropia dan sejak saat itu kota tersebut berganti nama menjadi Athena.


Namun demikian, Poseidon tetap menjinakkan kuda-kuda tersebut bagi manusia dan dipercaya kalau Poseidon juga yang mengajarkan kepada manusia mengenai seni berkuda. The Isthmian Games merupakan pertandingan yang diadakan untuk menghormati Poseidon di Isthmus, Corinth, yang salah satu cabangnya adalah berkuda.

Seperti dewa-dewa Yunani pada umumnya, Poseidon juga memiliki banyak istri, baik dari kalangan manusia atau dewa. Anak-anak mereka lah yang nantinya berwujud manusia, setengah dewa (demigod) bahkan monster.
Seperti saudaranya Zeus, Poseidon juga “jatuh hati” kepada saudara perempuan mereka, Demeter. Untuk menghindari ajakan Poseidon, Demeter mengubah dirinya menjadi seekor kuda betina dan berbaur dengan kuda-kuda Ogygus. Namun Poseidon tak kalah cerdik. Dia mengubah dirinya menjadi kuda jantan dan “mengawini” Demeter secara paksa. Dari hubungan tersebut lahirlah seekor kuda ajaib bersuara manusia yang namanya tidak banyak disebut, bahkan cenderung dirahasiakan, Areion.


Masih dengan “menyamar” sebagai seekor kuda, Poseidon berhasil memikat Medusa yang dulunya adalah seorang centaur yang cantik. Namun “perkimpoian” mereka yang berlangsung di kuil Athena membuat Athena murka. Dia lalu mengubah Medusa mejadi monster berambut ular seperti yang banyak dikenal (ada beberapa versi mengenai kisah ini). Poseidon dan Medusa memiliki dua anak yang sangat terkenal dalam mitologi Yunani yaitu Chrysaor dan Pegasus yang diceritakan “kaluar” dari tubuhnya ketika kepala Medusa dipenggal oleh Perseus.




Dari hasil hubungannya dengan Gaia, Poseidon memiliki anak bernama Antaeus yang merupakan Raja Isara, di Libya. Menurut legenda, Antaeus adalah seorang pegulat yang sangat hebat. Kekuatan supernya itu diperolehnya melalui kontak dengan tanah. Pada akhirnya Antaeus berhasil dikalahkan oleh Hercules yang melumpuhkannya setelah mengangkat Antaeus agar tidak bersentuhan dengan tanah.


Amynone, anak dari Danaus dan Europa, adalah kekasih Poseidon yang lain. Kisah mereka bermula ketika Poseidon menyelamatkan Amynone dari seorang satyr yang hendak memperkosanya. Poseidon menghentakkan trisulanya ke tanah dan muncullah mata air Amynone dan kelak dinamai mata air Lerna. Mereka memiliki anak bernama Nauplius, pendiri kota Nauplion di Yunani.


Poseidon juga memiliki hubungan spesial dengan Aethra, putrid dari Pittheus raja Troezen sekaligus tunangan Aegeus. Anak mereka bernama Theseus, pahlawan terkenal dari Athena.
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=160752163&postcount=386

Tidak ada komentar:

Posting Komentar