Kamis, 05 Januari 2012

FACEBOOK DAN PENGARUHNYA BAGI PEWARTAAN INJIL


BAB I
PENDAHULUAN

I.1.   Latar Belakang Penulisan
            Istilah “facebook” saat ini telah mewabah hampir di seluruh dunia. Ada keragaman pendapat tentang jejaring social ini. Ada yang mengatakan bahwa yang namanya facebook tidak lebih dari pembuangan waktu. Yang lain mengatakan belum ada kebutuhan tentang hal ini. Ada juga yang dengan malu-malu menyebut bahwa mereka memiliki akun namun membatasi diri sebagai pengguna pasif. Yang lain menyatakan penolakan karena facebook dianggap pendangkalan hidup di kampung global. Pandangan lain mengetengahkan pengaruh penting facebook untuk jalinan relasi, komunikasi dan bahkan penguatan kekompakkan kelompok, institusi dan agama. Data statistik per Novomber 2001 menunjukkan fakta berikut:[1]
a.       Pengguna Facebook
·         Lebih dari 800 juta pengguna aktif
·         Lebih dari 50% User Active login setiap harinya.
·         Rata-rata pengguna memiliki lebih dari 130 teman.
b.      Aktivitas di Facebook
·         User berinteraksi lebih dari 900 juta object yang ada (pages, groups, games, events dan community pages)
·         Rata-rata User terhubung ke lebih dari 80 community pages, groups, event dan lainnya.
·         Rata-rata 250 juta foto dan video di Upload ke Facebook
c.       Global
·         Lebih dari 70 Bahasa berinteraksi di FB.
·         Lebih dari 75% pengguna adalah non Amerika Serikat
d.      Platform
·         Rata-rata pengguna FB memainkan atau menjalankan lebih dari 20 Juta aplikasi dan games setiap harinya
·         Setiap bulan, lebih dari 500 juta pengguna menggunakan aplikasi di facebook atau di situs luar
·         Lebih dari 7 Juta aplikasi dan situs yang terintegrasi dengan facebook
e.       Mobile User
·         Lebih dari 350 Juta pengguna aktif mengakses FB dari gadget atau handphone
·         Lebih dari 475 operator selular berinteraksi dan mempromosikan Facebook sebagai bagian dari produk layanan mereka.
Dari data di atas tampak jelas bahwa facebook telah menjadi magnet baru dalam dunia maya. Jaringan pertemanan yang meluas, pertemuan kembali dengan kenalan lama, membuka peluang kerja bagi sebagian orang, menjadi sarana hiburan, konsumsi berbagai generasi dan menjadi sarana ekspresi diri. Justru karena jejaring social ini menawarkan begitu banyak fitur menarik dan gratis maka animo masyarakat dunia untuk menjajaki dan mengkonsumsinya juga makin meluas. Meluasnya facebook memang memungkinkan masyarakat dunia menjadi semacam satu desa kecil yang saling mengenal, berbicara, dan satu dalam minat, iman yang sama, atau diskusi global. Karena itu facebook disebut sebagai kampung global, semacam satu perkampungan yang diwarnai oleh aneka macam kegiatan dan tindakan baik yang positif dan negative. Karakter social situs ini juga yang dimanfaatkan oleh para konsumen entah secara pribadi atau kelompok untuk menunjukkan pencitraan diri dan kelompoknya. Tak jarang juga bahwa keberadaannya telah menimbulkan keresahan seperti penyudutan dan pengejekan satu agama, terbukanya kemungkinan perselingkuhan, dan ada juga yang menjual diri lewat facebook. Realitas yang memancing pemerhati agama untuk mengharamkan facebook.[2] Prinsip dasarnya sebenarnya facebook itu ada untuk tujuan positif. Tujuan utamanya untuk menumbukan sosialitas dunia dalam arti positif. Terjadi pertemanan dalam konteks local dan global sambil membawa serta nilai-nilai positif dalam relasi tersebut. Salah satu nilai positifnya adalah sebagai sarana pewartaan, yaitu memperkenalkan wajah Tuhan kepada dunia. Karena itu muncullah aneka macam, grup, halaman, atau juga pembaharuan status yang berkaitan dengan nilai moral dan agama. Paus Benediktus juga menggunakan media ini untuk mengajak kaum remaja datang ke Gereja. Kendati demikian satu pertanyaan masi bisa diungkapkan: Apakah Tuhan bisa ditemukan di facebook? Ada satu cerita yang diberi judul: “Tuhan tak main facebook.” Ceritanya seperti ini:
            Di Facebook saya mencari Tuhan. Setelah memasukkan kata “Tuhan” di kolom pencarian, muncul sebuah akun. Tapi itu bukan milik-Nya (dengan N kapital), melainkan kepunyaan sebua band dari Turki. Entah apa arti Tuhan dalam bahasa Turki, karena di kamus online saya tidak menemukannya. Kalau pun ada Tuhan di Facebook, itu adalah akun dan  fan page yang dibuat oleh para penggemar Tuhan. Saya gagal mencari Tuhan di dunia maya. Mungkin Anda bertanya, kenapa saya iseng mencari Tuhan di jejaring sosial, meski semua orang waras tahu, pencarian itu akan gagal. Keisengan itu muncul karena saya tergelitik sejumlah status (FB, Yahoo! Messenger, BlackBerry Messenger, dan tweet) dalam bentuk doa. Kenapa orang berdoa di Facebook dan Twitter, jika Tuhan tidak ada di media sosial? Tergelitik, karena menurut guru agama saya dulu, permohonan kepada Tuhan harus disampaikan dalam hening. Doa adalah dialog pribadi antara kita dan Dia. Tapi, kini, kita melihat begitu banyak doa berseliweran di dunia maya dan bisa dibaca oleh jutaan orang. Mereka mungkin berharap, Tuhan akan membaca status itu dan mengabulkannya. “Kenapa tidak?” kata seorang teman yang kerap berdoa di Facebook. “Tuhan Maha Mendengar, Dia pasti juga tahu apa yang kita sampaikan lewat media online.” Benar, tapi apa perlunya? Kenapa tidak disampaikan dengan khidmat dan khusuk? “Soal kekhusukan, itu tergantung niat,” kata teman lainnya. “Kalau kita menulis status itu dengan khusuk, apa salahnya?” Tentu tidak salah, tapi jawaban itu tidak memuaskan. Hanya berkelit dan terkesan defensif. Tidak puas dengan jawaban-jawaban (yang sepertinya kurang jujur itu), saya memutuskan untuk menganalisis doa-doa tersebut. Dan hasilnya, tidak terlalu mengejutkan. Sebagian besar doa itu berisi pengumuman. Misalnya, “Terima kasih Tuhan, Kau telah melancarkan urusanku ini.” Meski berbentuk doa, sebenarnya mereka hanya ingin mengatakan kepada dunia bahwa dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan. Dengan membuat status berbentuk doa, mereka mungkin berharap pengumuan itu tidak terdengar pamer keberhasilan. Model itu sama dengan model keluh kesah, seperti “Ya Allah, hari ini terasa berat, ringankanlah bebanku.” Dengan doa seperti ini mereka sebenarnya ingin berbagi dengan orang lain. Yang mereka harapkan adalah komentar dari teman-teman: “Sabar ya bu/pak…” Yang agak aneh sebenarnya adalah menjadikan Tuhan sebagai “sasaran antara” untuk menyentil orang lain. Misalnya, “Tuhan, sadarkanlah dirinya.” Penulis status ini jelas ingin agar orang yang dituju membaca doa itu dan terusik. Biasanya, komentar dari teman-teman mereka akan berbunyi: “Siapa sih dia?” Dan penulis status akan menjawab: “Ada deh…” Tentu saja, pemilik akun itu sah-sah saja menulis status apa pun. Apa hak kita melarangnya? Tapi, saya kok masih percaya, Tuhan lebih mendengar doa yang disampaikan secara lirih dan dalam kesepian. Bukan di media sosial yang berisik.
            Penulis sempat share cerita tersebut di group facebook, yaitu Mempertanggung-jawabkan iman Katolik. Komentar yang muncul adalah khotba-khotba yang menyerang dan menyudutkan penulis. Hal tersebut sebenarnya memberikan petunjuk bahwa mereka yang aktif dan terlibat dalam group religious di facebook ternyata masi rentan dan begitu muda terpancing berhadapan dengan topic sensitive. Justru karena itu maka pewartaan media social, internet dan terutama facebook perlu ditempatkan pada ketepatan ajaran. Apa yang harus diwartakan dan apakah relevan pelaksanaan pewartaan lewat media ini? Apa pengaruh facebook bagi pewartaan iman.

I.2.   Fokus Penulisan atau Rumusan Masalah
            Jumlah pengguna facebook yang telah menembus angka 800 juta pengguna menunjukkan bahwa facebook telah menjadi trend baru relasi social penduduk dunia. Di tengah trend tersebut Gereja juga bisa masuk menyampaikan pesan-pesan Injil, ajaran, atau seruan-seruan moral. Dalam rangkah menentukan focus permasalahan, maka hal penting yang pertama-tama harus dibuat adalah perumusan masalah. Rumusan masalah memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penulisan ini.
a. Masalah
            Facebook merupakan jejaring social yang berguna untuk menjalin pertemanan, pencitraan diri, dan menjadi media promosi institusi dan pribadi untuk hal-hal positif, seperti pendidikan, pembentukkan karakter, atau pengajaran iman dan moral. Akan tetapi banyak orang yang salah memanfaatkan facebook justru untuk kegiatan-kegiatan negative seperti pembentukkan grup asusila, peyebaran ajaran yang menyesatkan dan bahkan menjadi gaya baru penyimpangan nilai-nilai moral, seperti selingkuh dan hubungan tidak sehat lainnya.
b. Fokus Penulisan
            Pemahaman tentang facebook dan pengaruhnya bagi pewartaan. Ini yang menarik keinginan penulis untuk menelaah lebih jauh tentang facebook. Bukan pada system pembuatan facebook tersebut, melainkan pada kegunaannya, secara khusus untuk penyebaran iman.
c. Beberapa pertanyaan penuntun untuk tulisan ini adalah:
·         Apa sebenarnya facebook itu?
·         Apa pengaruh positif facebook bagi hidup, pergaulan, sikap dan keperibadian?
·         Apa saja pengaruh negatif yang bisa muncul dan dialami dalam jejaring sosial ini?
·         Apakah mungkin membuat pewartaan lewat facebook?
·         Kalau pewartaan lewat facebook bisa dilaksanakan, alasannya apa?
·         Seberapa penting facebook ini bagi pewartaan?
·         Bagaimana cara mewartakan kabar baik melalui facebook?
Pertanyaan pertama adalah: “Apa sebenarnya facebook itu?” Pertanyaan ini diangkat untuk menggali pemahaman pribadi para facebookers. Apakah mereka sungguh paham dan mengerti tentang jejaring social ini, atau hanya sebatas mengikuti perkembangan dan gaya hidup. Pertanyaan kedua diangkat untuk melihat hal-hal positif penggunaan media ini dalam hidup, pergaulan, sikap dan keperibadian. Pertanyaan ketiga lebih menyoroti hal-hal negative yang mencuat. Ini diangkat untuk lebih meminimalisir dampak buruk facebook. Pertanyaan selanjutnya adalah pengaruh facebook bagi pewartaan. Hal ini berangkat dari keinginan penulis untuk menggunakan media ini sebagai alat bantu bagi pewartaan. Itu juga berkaitan dengan panggilan penulis sebagai calon imam untuk bisa beradaptasi dengan dunia di mana karya pewartaan itu dilaksanakan. Sementara untuk pertanyaan terakhir menunjuk pada cara. Bagaimana cara pewartaan lewat facebook. Lebih pada langkah-langkah konkritnya.

I.3.   Tujuan Penulisan
Tulisan ini dibuat untuk beberapa tujuan:
·         Mengerti dan memahami apa sebenarnya facebook itu
·         Mengetahui dampak negative dan positifnya
·         Menjadikan facebook sebagai sarana pewartaan
·         Menunjukkan bagaimana cara pewartaan lewat facebook

I.4.   Kegunaan Penulisan
            Tulisan ini bisa berguna bagi pelaku pastoral untuk memilih facebook sebagai satu alternative pewartaan.

I.5. Metode penulisan
Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur. Studi litelatur merupakan pencarian informasi dari berbagai sumber, baik buku, artikel, dan juga browsing di internet. Dalam penggunaan literatur, penulis memilih sumber-sumber yang bisa dipertanggung-jawabkan keabsahannya. Studi literarur tersebut diawali dengan penelitian oleh penulis. Penelitian yang dimaksud adalah penelitian kualitatif.

I. 6. Sistematika Penulisan
            Tulisan ini terdiri atas lima bagian, yaitu: pertama, pendahuluan yang berisi latar-belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, kegunaan penulisan, teknik penulisan, teknik penelitian, dan sistematika penulisan. Bagian kedua adalah landasan teoritis yang dibagi dalam dua bagian, yaitu penjelasan tentang facebook, pengertian, sejarah dan fitur yang disajikan, bagian kedua tentang pastoral media komunikasi. Bab ketiga adalah analisa data dan pembahasan. Bab ini menjelaskan mengapa facebook menjadi media yang baik bagi pewartaan. Bab keempat menyajikan bagaimana cara pewartaan lewat facebook dilaksanakan. Di sini penulis mengadopsi konsep pemasaran. Bab kelima adalah penutup.






























BAB II
LANDASAN TEORI
FACEBOOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

Facebook merupakan satu bagian dari media komunikasi. Istilah “media” merupakan kata jamak dari kata medium yang berasal dari bahasa Latin medium yang berarti antara. Pada umumnya, definisi media selalu didasarkan pada proses komunikasi. Media merupakan perantara bagi pengirim dan penerima dalam melakukan pertukaran informasi. Ada beberapa macam jenis media komunikasi[5], antara lain berupa bahasa, tulisan, isyarat, alat peraga atau alat elektronik. Media komunikasi merupakan unsur yang sangat penting dalam proses komunikasi. Dengan menggunakan media komunikasi maka aliran informasi, berita atau pesan dapat dikirim atau diterima dengan mudah dan cepat. Berdasarkan cara penggunaannya terdapat tiga jenis media komunikasi, yaitu: media komunikasi audial, media komunikasi visual, dan media komunikasi audio-visual. Ketiga jenis media komunikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Media Komunikasi Audial adalah alat komunikasi yang dapat ditangkap, didengar dan dipahami oleh alat pendengaran. Misalnya telepon, intercom, radio serta tape recorder. Media Komunikasi Visual adalah alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat penglihatan. Misalnya surat, surat kabar, faksimili, majalah, buku, beletin dan sejenisnya. Media Komunikasi Audio-Visual adalah alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat, didengar dan dipahami melalui alat pendengaran dan penglihatan. Misalnya televisi, film layarlebar, VCD, internet dan sejenisnya. Berbagai media komunikasi tersebut berfungsi sebagai alat untuk: 1. Mengirimkan/menyampaikan informasi, 2. Penerjemah lambing-lambang komunikasi, 3. Mempercepat dan mempersingkat penyampaian informasi, 4. Menghibur (to intertaint), dan mendidik (to educate), 5. Mempengaruhi masyarakat (to change the society).
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa facebook masuk dalam jenis media komunikasi audio-visual, yaitu yang dapat ditangkap, dilihat, didengar dan dipahami melalui alat pendengaran dan penglihatan. Apa sebenarnya facebook itu dan apa kira-kira penegasan Gereja berkaitan dengan media komunikasi social? Berikut ini disajikan pemaparan teoritis tentang facebook sebagai media massa, serta pengaruhnya bagi pewartaan, khususnya karena facebook merupakan satu jejaring social yang penting bagi pewartaan.

II.1. Facebook
II.1.1. Pengertian
Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, Inc. dengan slogan "Membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda". Didirikan pada Februari 2004, Facebook adalah sarana sosial yang membantu orang berkomunikasi secara lebih efisien dengan teman, keluarga, dan rekan kerja. Perusahaan ini mengembangkan teknologi yang memudahkan berbagi informasi melalui grafik sosial, pemetaan digital hubungan sosial orang di dunia nyata. Siapa pun boleh mendaftar ke Facebook dan berinteraksi dengan orang yang mereka kenal dalam lingkungan yang terpercaya.[6] Facebook adalah bagian dari hidup jutaan orang di seluruh dunia. Facebook adalah perusahaan swasta dan berkantor pusat di Palo Alto, California.
Pada Januari 2011, Facebook memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu, pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu, diurutkan berdasarkan tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, atau karakteristik lainnya. Nama layanan ini berasal dari nama buku yang diberikan kepada mahasiswa pada tahun akademik pertama oleh administrasi universitas di AS dengan tujuan membantu mahasiswa mengenal satu sama lain. Facebook memungkinkan setiap orang berusia minimal 13 tahun menjadi pengguna terdaftar di situs ini.

II.1.2. Sejarah
            Sejarah facebook. Facebook adalah sebuah social networking yang baru saja dirintis pada tahun 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard yang bernama Mark Zuckerberg. Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg lahir pada 14 Mei 1984 di Dobbs Ferry, Westchester County, New York, Amerika Serikat (AS). Ide berawal ketika dia bersekolah di Exeter High School, New Hampshire. Saat itulah dia berkenalan dengan Adam D’Angelo. Zuckerberg lulus dan masuk Harvard University, awalnya membuat program Coursematch yang memungkinkan mahasiswa di kelas yang sama bisa melihat daftar teman-teman sekelas. Proyek selanjutnya membuat facemash.com. Lewat situs ini para pengunjung bisa memberi stempel “keren” atau “jelek” foto seorang siswa, dan membuat Zuckerberg dipanggil oleh Badan Administrasi Universitas Harvard karena dianggap membobol sistem keamanan komputer kampus, melanggar peraturan privasi di internet, dan melanggar hak cipta. Oleh karena itu ia membuat Facebook dan diluncurkannya pada tahun 2004. Dalam waktu singkat duapertiga mahasiswa Harvard jadi pengguna Facebook. Teman sekamarnya, Dustin Moskovitz dan Chris Hugh, berhasil mengembangkan sayap ke Universitas Stanford, Columbia, Yale, Ivy College, dan beberapa sekolah lainnya di wilayah Boston. Dalam waktu singkat, mereka meluncurkan Facebook ke 30 sekolah. Zuckerberg bersama Moskovitz dan beberapa teman lain pindah ke Palo Alto, California, liburan musim panas 2004 menyewa rumah kecil buat kantor. Oleh karena ingin mengerjakan Facebook dengan serius mereka meninggalkan Harvard. Di kantornya itulah Zuckerberg bertemu Peter Thiel, pendiri Paypal, yang memberi dana segar sebesar US$ 500.000. Dialah investor pertama mereka sehingga mereka bisa pindah ke kantor yang lebih besar di di Universitas Avenue yang dinamai sebagai kantor “Kampus Urban”. Pada 23 Agustus 2005 Zuckerberg membeli domain facebook.com dari Aboutface Corporation senilai US$ 200.000 atau sekitar Rp 1,86 miliar. Pada 2 September 2005, Zuckerberg meluncurkan situs Facebook khusus untuk anak-anak sekolah menengah atas. Hanya dalam waktu 15 hari sejak peluncurannya, sebagian besar sekolah di AS sudah menjadi anggotanya. Pada akhir tahun 2005, Facebook telah mencakup sekitar 2.000 kampus dan 25.000 sekolah menengah atas di AS, Kanada, Inggris, Meksiko, Puerto Riko, Australia, Selandia Baru, dan Irlandia. Pada 27 Februari 2006, dia mulai mengizinkan para mahasiswa yang menjadi pengguna situs ini untuk menambahkan siswa-siswa SMA sebagai temannya. BusinessWeek, melansir kabar bahwa Zuckerberg tengah bernegosiasi dengan calon pembeli potensial Facebook. Tapi, akhirnya, dia menolak tawaran yang disebut-sebut bernilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 6,97 triliun. Pasalnya, Zuckerberg menganggap harga itu terlalu murah. Saat itu, dia memperkirakan nilai Facebook US$ 2 miliar. Pada April 2006, investor pertama situs ini, yaitu Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners, menambah investasi di Facebook dengan menyetorkan dana US$ 25 juta. Facebook pun masuk ke India melalui Institut Teknologi India dan Institut Manajemen India. Dia juga memberikan fasilitas Facebook Notes. Fitur baru ini merupakan fitur blogging yang memungkinkan pengguna memberikan tagging, memasukkan gambar, dan fitur-fitur lainnya. Selain itu, pengguna bisa mengimpor blog dari situs Xanga, LiveJournal, Blogger, dan situs blogging lainnya. Berkat fitur baru tersebut, pembaca bisa memberikan komentar terhadap tulisan yang dimuat pengguna Facebook. September 2006, Zuckerberg membuka layanan Facebook bagi semua pengguna internet. Namun, langkah ini justru menuai protes dari para pengguna dan pelanggan setianya. Alhasil, dua minggu berselang Facebook terpaksa membenahi layanan baru itu dengan membuka pendaftaran bagi pengguna internet yang mempunyai alamat surat atau e-mail yang jelas.  Peter Thiel memprediksi pendapatan situs ini pada 2015 nanti bisa mencapai US$ 1 miliar. Pada saat itu, nilai perusahaan pun bakal ikut meroket menjadi sekitar US$ 8 miliar. Ada juga iklan baris gratis di Facebook. Fitur yang diberi nama Facebook Marketplace ini diluncurkan pada 14 Mei 2007. Layanan baru ini pun langsung menjadi pesaing perusahaan-perusahaan online lain. Craigslist yang sudah lebih dulu menempatkan iklan baris di situsnya. Bisnis Zuckerberg pun kian mengalir lancar. Bahkan, Apple rela memperpanjang kerja sama dengan Facebook untuk memajang contoh musik iTunes. Facebook membeli perusahaan Parakey Inc., dari Blake Ross dan Joe Hewitt, pada Juli 2007. Parakey adalah produsen aplikasi komputer yang mempermudah transfer data berupa tulisan, gambar, dan video ke sebuah situs di internet. Bill Gates, pada Oktober 2007 membeli 1,6% saham Facebook seharga US$ 240 juta. Pasalnya, Zuckerberg tidak berniat menjual semua saham Facebook sekaligus. Alasannya sederhana dan sungguh mulia, dia ingin Facebook tetap independen. Pada 7 November 2007, situs ini meluncurkan layanan terbaru berupa pemasangan iklan dengan sistem yang disebut Facebook Beacon. Triliuner Hongkong, Li Ka-shing, tertarik untuk menanamkan uang senilai US$ 60 juta di Facebook pada 30 November 2007. Sekarang jumlah pegawainya sendiri telah mencapai 700 orang. Namun, Facebook adalah perusahaan unik. para eksekutif dan petingginya masih berusia muda, antara 24 tahun-37 tahun. Markas besar Facebook lebih mirip asrama mahasiswa. Para pegawai, yang setiap hari mendapat jatah makan gratis, bekerja sambil melakukan kegiatan favoritnya. Ada yang bermain gitar, bersepeda, main pesawat kontrol, atau bergoyang ditemani musik racikan seorang disc jockey (DJ). Mereka juga tak perlu berpakaian rapi. Celana pendek dan sandal jepit adalah kostum favorit mereka di kantor. Meski sudah mampu menghimpun harta kekayaan hingga US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27,9 triliun Zuckerberg tetap tampil apa adanya, seperti pemuda kebanyakan yang menggemari pakaian santai.

II.1.3. Fitur Facebook
            Ketika facebook diakses, maka hal-hal berikut akan muncul di dalamnya:
·         Menu Utama di atas halaman, elemennya (dari kiri ke kanan) :
·         Home, yaitu link menuju halaman home/utama
·         Profile, yaitu link menuju profile
·         Friends, yaitu link menuju halaman berisi daftar teman lengkap dengan status update-nya
·         Inbox, yaitu link menuju kotak pesan pribadi anda. Jika ada pesan baru di inbox  sebuah popup berisi jumlah pesan baru yang masuk dan belum terbaca akan muncul.
·         Nama Pribadi, yaitu Link menuju halaman profile anda, seperti link profile
·         Settings, yaitu link menuju halaman pengaturan, bisa men-setting account facebook, mulai dari merubah data pribadi, menambah atau meninggalkan networks, pengaturan notifikasi (e-mail yang dikirim ke alamat anda berisi update kegiatan account facebook anda), pengaturan dan pengaturan facebook mobile, dan pengaturan bahasa
·         Logout, yaitu, link untuk sign out dari facebook
·         Form pencarian
·         Application box, berisi daftar aplikasi yang di bookmark/terinstall dengan account facebook. Klik box ini, maka daftar aplikasi tersebut akan muncul, seperti ketika meng-klik icon start di sudut kiri bawah windows
·         5 bookmarked application icon, yaitu ikon 5 aplikasi teratas yang anda bookmark. Untuk menentukan 5 ikon yang akan tampil di menu aplikasi, cukup dengan klik appliaction box yang paling kiri itu, lalu di drag and drop ke urutan 5 dari atas, di bawah title bookmarks. Jika mengklik icon tersebut maka akan dibawa ke halaman applikasi tersebut
·         Facebook Chat (Online Friends), Di sebelah kanan, ada aplikasi facebook chat yang menunjukan ada berapa teman dalam friendlist yang sedang terhubung dengan facebook dan bisa diajak chatting via facebook chat.
·         Notification, klik, maka sebuah daftar berisi notifikasi aktifitas terakhir yang berhubungan dengan anda akan muncul. Sangat bermanfaat, seperti melihat apakah ada seseorang yang mengisi dinding, dll.
·         Chat Setting, Untuk mengatur profile chatting anda. seperti membuat fitur chat berada di halaman sendiri yang terpisah agar lega, atau ingin berselancar di facebook tapi offline di facebook chat
·         Status update. Status update memudahkan dan memungkinkan untuk mengetahui keadaan teman-teman tanpa harus bertemu/berkomunikasi langsung dengannya. Dengan Facebook, kondisi dari banyak teman-teman bisa diketahui dalam waktu yang sama, kapan saja. Di sini pula bisa diketahui berita-berita terbaru dan terhangat.
·         Photo tagging, yaitu yang mempermudah mengetahui nama-nama orang-orang yang ada di sebuah foto.
·         Real screen name. Saat pendaftaran, Facebook mewajibkan nama minimal terdiri dari dua kata dan harus merupakan nama asli. Berbeda dengan Friendster yang penggunanya banyak menggunakan nama-nama yang lucu atau nama-nama samaran, di Facebook sebagian besar penggunanya menggunakan nama aslinya sebagai screen name mereka. Ini memudahkan untuk pencarian teman.
·         Neat design. Design Facebook tergolong sangat rapi. Penggunanya tidak diberikan hak yang berlebihan untuk mengganti design profile-page-nya (seperti mengganti background picture, font tulisan, dan sebagainya yang bisa membuat tulisan menjadi sulit terbaca, dan lain-lain).
·         Ajax Technology, yaitu fitur yang memungkinkan bagian tertentu dari sebuah halaman dapat di-update tanpa harus me-refresh /membuka kembali halaman itu.
·         Games. Ada banyak games yang terintegrasi dengan Facebook. Sebagian besar games tersebut memungkinkan untuk dapat berinteraksi dengan teman-teman lain di Facebook lewat games tersebut. Banyaknya games juga didukung oleh diperbolehkannya setiap orang untuk membuat aplikasi Facebook sendiri.
·         Birthday List, yaitu fitur yang membantu mengingatkan teman-teman yang berulang tahun.
·         Privacy Control, yaitu fitur untuk mengatur content-content apa saja yang dapat diakses secara publik, atau hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya.
·         “Like” Feature, yaitu sebuah fitur yang sangat bagus untuk mengapresiasi postingan teman-teman, halaman, grup, atau suatu iklan.
·         Facebook Application, yaitu, baik yang dibuat oleh Facebook atau pengembang dari pihak ketiga, adalah program tambahan yang dapat diinstall di account facebook untuk menambah fungsi yang bisa dilakukan oleh facebook. Konsep awal dari situs social networking adalah “menghubungkan antar user, dan memungkinkan antar user saling mengirimkan pesan untuk komunikasi”. Sedangkan konsep dari facebook application adalah, membuat komunikasi dan interaksi di facebook bukan sekedar mengirimkan pesan saja. Contoh dari facebook application : Marketplace, Photos, Groups, Video, Mobile (yang dibuat oleh facebook). Wall juga termasuk ke dalam application. Bedanya, application dari facebook ini secara default terinstall di setiap account facebook.
·         Facebook Share. Share Bookmarklet adalah tools yang memungkinkan untuk berbagi halaman web yang menarik kepada teman-teman di friendlist.
·         Facebook Connect. Facebook Connect merupakan tools bagi pemilik website untuk membangun komunitas dari pengunjungnya yang memiliki account facebook. Misalkan anda memasang widget facebook connect di blog anda, lalu pengunjung blog anda juga memiliki account facebook. Mereka dapat bergabung menjadi “fan” dan terlisted di blog anda tanpa harus sign up dan mengisi profile lagi, cukup mengimpor data mereka dari facebook. Nilai tambahnya, identitas dari “member” blog anda terjamin keabsahannya.
·         TV, Film, Musik, Berita: Melalui kerja sama Facebook dengan banyak partner, kini user dimungkinkan untuk berbagai pengalaman melihat TV, menonton film, mendengarkan lagu atau membaca berita.
·         Timeline: Facebook memperkenalkan 'timeline'. Ini adalah stream informasi pengguna yang berisi foto yang ia unggah, status yang pernah diupdate, aplikasi yang dipakai, dan lain-lain. Timeline akan merangkum semua postingan yang pernah dilakukan user di masa lalu hingga sekarang dan membantu mereka mengaturnya.
·         Ticker, Facebook mengalihkan semua informasi yang dulunya ada di News Feed, ke dalam sebuah Ticker. Ticker ini bisa dilihat di sisi samping halaman. Ia berisi aktivitas-aktivitas yang dilakukan kontak pengguna di Facebook.
·         Grup Chatting, pengguna tidak lagi harus mulai Grup baru untuk memulai Obrolan Grup. Yang harus dilakukan adalah klik tombol mengundang teman di jendela obrolan, ketik nama teman yang Anda ingin undang dalam percakapan! Jika ada peserta chatting tidak tersedia saat ini, mereka akan diberikan ringkasan log chatting pada waktu kemudian, ketika chat sudah berakhir. Group/kelompok ini dapat dengan mudah dibentuk dan dibubarkan yang membuatnya berbeda  implementasi yang sudah ada Group Chat saat ini.
·         Video Calling, Fitur panggilan video baru untuk Facebook pada dasarnya adalah sebuah proses sederhana yang akan memungkinkan siapa pun dengan account Facebook untuk memulai panggilan video dengan mudah. Pengguna dapat melakukan panggilan video dari profil teman atau melalui program Facebook Chat hanya dengan beberapa klik. Pertama kali pengguna harus men-download sebuah plugin kecil untuk itu agar dapat berfugnsi, tetapi di luar itu semua yang perlu di lakukan adalah hanya klik “jawab panggilan ” di masa depan.
·         Facebook Page, diperuntukkan untuk “membuat profile” dari sesuatu. Profile produk, artist, public figure, bisnis, dll. Tujuannya memang untuk promosi. Dapat menambahkan Facebook Application pada page. Pemilik/admin dari page tidak diperlihatkan. Status hubungan di page adalah fan. Artinya kedudukan page dan member seperti antara artist dan penggemar. Terdapat feed activity dari page.
·         Facebook Groups, diperuntukan sebagai “tempat berkumpul” user facebook dengan kesamaan minat tertentu. Tujuannya untuk gathering. Tidak bisa menambahkan application pada group karena group itu sendiri merupakan application. Pemilik/Admin page diperlihatkan. Status hubungan di groups adalah member. Anda menjadi “bagian” dari komunitas groups. Tidak ada fitur untuk memonitor traffic groups. Setiap member group dapat mempostkan item di “posted items”
Demikian penjelasan tentang facebook sebagai suatu media komunikasi. Sudah disebut tentang pengertiannya, sejarahnya dan juga fitur-fitur yang ada di dalamnya. Ada facebook grup yang bisa digunakan untuk komunikasi iman, ada juga halaman untuk promosi, ada status update, dan faslitas chatting. Semua itu sebenarnya memungkinkan untuk menjadikan facebook sebagai satu alternative pewartaan, komunikasi iman. Pewartaan multimedia.

II.2.  Pastoral Multimedia
            Upaya pastoral adalah usaha untuk mewartakan Yesus Kristus, kebaikan dan kasih-Nya. Tepatnya adalah pewartaan Injil. Dalam Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese[7] ditegaskan: “Gereja mempunyai tugas utama untuk mewartakan, sesuai perintah Kristus: ".... pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat 28:19-20). Perintah Kristus ini menjadi dasar perutusan Gereja dalam karya katekese (art.1). Gereja dipanggil untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia. Tugas ini adalah "rahmat dan panggilan khas Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam" (EN 14). Gereja mewartakan Injil, karena Injil itu "ragi yang menimbulkan perombakan di dunia ini" (art.5). Injil itulah yang diwartakan dengan memanfaatkan berbagai cara. Salah satunya lewat pastoran multimedia. Pastoral dalam Gereja memang terus dilaksanakan. Pastoral menunjuk pada kegembalaan. Penggembalaan itu berkembang hari demi hari. Mulai dari pelayanan pastoral tradisional sampai pada cara modern berpastoral. Pelayanan pastoral tradisional kerap belum bisa menyapa kawanan domba yang terserak oleh aneka kondisi hidup mereka apalagi untuk turut membimbing dan menuntun mereka yang berasal dari kandang lain. Karena itu perlu sebenarnya pola pastoral modern, yaitu pewartaan Yesus dalam dunia digital. Ini berkaitan dengan komunikasi karena hal komunikasi juga merupakan hakekat Gereja. Gereja menyeruhkan untuk memanfaatkan media modern demi melaksanakan pewartaan. Beberapa penegasan sebagai berikut:
·         Paus Pius XII: Pada tahun 1957 menekankan pentingnya media, baik radio, televisi, film untuk dapat digunakan dalam mengekspresikan kebenaran.[8]
·         Konsili Vatikan II menerbitkan dokumen Inter Mirifica[9] yang merupakan ajakan pemanfaatan sarana komunikasi modern untuk karya pewartaan dan penggembalaan Gereja. Di antara penemuan-penemuan teknologi yang mengagumkan, yang terutama pada zaman sekarang, berkat perkenaan Allah, telah digali oleh kecerdasan manusia dari alam tercipta, yang oleh Bunda Gereja disambut dan diikuti dengan perhatian istimewa ialah penemuan-penemuan, yang pertama-tama menyangkut jiwa manusia, dan membuka peluang-peluang baru untuk menyalurkan dengan lancar sekali segala macam berita, gagasan-gagasan, pedoman-pedoman. Diantara penemuan-penemuan itu yang paling menonjol ialah upaya-upaya, yang pada hakekatnya mampu mencapai dan menggerakkan bukan hanya orang-orang perorangan, melainkan juga massa, bahkan seluruh umat manusia; misalnya: media cetak, sinema, radio, televisi dan sebagainya, yang karena itu memang tepatlah disebut media komunikasi sosial. Bunda Gereja menyadari, bahwa upaya-upaya itu, kalau digunakan dengan tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantu untuk menyegarkan hati dan mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan serta memantapkan Kerajaan Allah. Gereja menyadari pula bahwa manusia dapat menyalahgunakan media itu melawan maksud Sang Pencipta ilahi dan memutar-balikannya sehingga mengakibatkan kebinasaan. Bahkan hatinya yang penuh keibuan merasa cemas dan sedih, menyaksikan betapa besarlah kerugian yang sering sekali ditimbulkan bagi masyarakat karena penyalahgunaannya.
·         Pada hari komunikasi sedunia yang pertama,[10] Paus Paulus VI menegaskan: Oleh kerana itu setiap orang harus memberikan kepercayaan penuh, pada kebaikannya, atas sumbangan yang diberikan oleh pers, film, radio dan televisi sebagaimana diberikan juga oleh sarana-sarana komunikasi sosial lainnya, untuk memperkaya kebudayaan, untuk menyebarkan bentuk-bentuk artistik yang beranekaragam, untuk rekreasi, untuk bertukar pengetahuan dan pengertian diantara manusia dan juga untuk menyebarkan pesan Injil.
·         Paus Paulus VI dalam Ensiklik Communio et Progressio, art. 128, menegaskan bahwa media modern menawarkan cara-cara baru untuk menghadapkan manusia dengan pesan Injil. Dalam ensiklik Evangelii Nuntiandi, art. 45 Paus juga menegaskan, “Gereja akan merasa bersalah di hadapan Kristus bila gagal menggunakan media untuk evangelisasi.”
·         Paus Yohanes Paulus dalam ensiklik Redemptoris Missio, art. 37 menyebut media sebagai aeropogus pertama di zaman modern. Maka “Gereja belumlah cukup untuk menggunakan media sekedar untuk menyebarkan pesan Injil dan ajaran otentik Gereja. Namun juga perlu mengintegrasikan pesan Injil ke dalam kebudayaan baru yang diciptakan oleh komunikasi modern.”
·         Paus Benediktus XVI pada hari komunikasi ke-44 mengangkat tema: Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda. Ditegaskannya bahwa penggunaan teknologi komunikasi baru ini sangatlah perlu, khususnya dalam menjawab secara tepat tantangan-tantangan yang dirasakan kaum muda di tengah pergeseran dunia dewasa ini. Maka para imam, selaku para bentara Sabda Allah, diharapkan juga menjadi saksi setia terhadap Injil dalam dunia komunikasi digital dengan menunaikan perannya sebagai pemimpin komunitas yang menampilkan ‘suara berbeda’ dalam pasaraya digital. “Dengan demikian, para imam, ditantang untuk mewartakan Injil dengan menggunakan generasi teknologi audiovisual yang paling mutakhir (gambar, video, animasi, blog dan website) yang seiring dengan media tradisional dapat membuka wawasan baru dan luas demi dialog, evangelisasi, dan katekese.”[11]
·         Dalam pesan hari komunikasi sedunia ke-45[12], Paus Benediktus XVI memberikan penegasan: Saya ingin mengajak orang-orang kristiani dengan percaya diri, dan dengan kreatifitas yang terbina dan bertanggungjawab bergabung dalam jejaring hubungan yang dimungkinkan oleh jaman digital. Hal ini bukan saja untuk memuaskan keinginan untuk hadir, tetapi karena jejaring ini merupakan bagian utuh dari hidup manusia. Internet memberikan sumbangsih bagi perkembangan cakrawala intelektual dan spiritual yang lebih kompleks, bentuk-bentuk baru kesadaran berbagi. Di dalam wilayah ini juga kita dipanggil untuk memaklumkan iman kita bahwa Kirstus adalah Allah, Penyelamat umat manusia dan Penyelamat sejarah,yang di dalam-Nya segala sesuatu memperoleh kepenuhannya (Bdk. Ef. 1:10). Pewartaan Injil menuntut sebuah komunikasi yang sekaligus penuh hormat dan peka, yang menggugah hati dan menggerakkan kesadaran; cerminan suri teladan Yesus yang bangkit tatkala Ia bergabung bersama para murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus (bdk. Lk. 24:13-35). Dengan cara pendekatan-Nya, dialog-Nya bersama mereka,cara-Nya yang lembut menggerakkan hati, mereka perlahan-lahan dituntun kepada suatu pemahaman akan misteri. Penegasan tersebut disampaikannya dengan melihat pengaruh system jejaring social yang makin mendunia. Beliau mengatakan bahwa dalam dunia digital, menyampaikan informasi kian dipahami dalam suatu jejaring social di mana pengetahuan terbagi dalam konteks pertukaran pribadi. Perbedaan yang jelas antara penyedia informasi dan pengenyam informasi menjadi relatif; dan komunikasi tidak hanya nampak sebagai pertukaran data tetapi juga sebagai suatu bentuk berbagi. Dinamika ini menyumbangkan bagi suatu penilaian baru tentang komunikasi itu sendiri, yang terutama dipandang sebagai dialog, pertukaran, solidaritas dan penciptaan hubungan-hubungan yang positif. Pada sisi lain, hal ini diperhadapkan dengan keterbatasan-keterbatasan yang khas dari komunikasi digital: interaksi sepihak, kecenderungan mengkomunikasikan hanya sebagian daridunia batin seseorang, resiko pencitraan palsu seseorang yang dapat menjadi suatu bentuk kepuasan diri sendiri.
Pemaparan sikap Gereja mengenai media komunikasi di atas dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Gereja senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia sambil juga memanfaatkan berbagai temuan menakjupkan untuk evangelisasi. Gereja menyesuaikan diri dengan jaman sebagaimana amanat Konsili Vatikan II. Itu juga yang terjadi saat ini. Di tengah-tengah perkembangan pesat jejaring social terutama facebook yang bahkan telah menjadi “life style” masyarakat dunia, Gereja juga diajak untuk masuk ke dalam sambil mewartakan. Seruan Paus Benediktus XVI pada hari komunikasi sedunia ke 45 begitu mengena, yaitu ajakan untuk bergabung dengan jejaring social yang telah mendunia. Sasarannya tentu saja adalah umat Katolik, akan tetapi sebagaimana diungkapkan oleh F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr[13], secara khusus pastoral dengan multimedia ini ditujukan kepada: Pertama, kaum muda sebab melalui teknologi komunikasi baru ini, menurut Paus Benediktus XVI, Gereja bisa mendampingi kaum muda dalam menghadapi  tantangan-tantangan mereka di tengah pergeseran budaya masa kini. Kedua, mereka yang terdiaspora oleh karena pekerjaan dan kondisi hidupnya sehingga tidak terjangkau dengan pelayanan pastoral teritorial-tradisional. Hal ini mengena dengan gagasan Gereja Diaspora Romo Mangunwijaya Pr. Dokumen The Church and Internet menegaskan, “Internet melengkapi gereja dengan sarana-sarana komunikasi untuk kelompok-kelompok khusus, khususnya kaum muda dan dewasa muda, orang-orang tua dan yang terkurung di rumah, orang-orang yang tinggal di wilayah yang berpindah-pindah, anggota-anggota tubuh Kristus lainnya yang mungkin sulit terjangkau.”( The Church and Internet <2 February 2002>, no. 5.). Ketiga, sebagaimana Kristus juga menuntun domba dari kandang lain agar mereka juga dijadikan satu kawanan dan satu gembala (Yoh 10:16), maka pastoral dengan multimedia hendaknya juga dirancang untuk menjangkau semua orang yang berkehendak baik, yang dalam kebingungannya mencari Sang kebenaran, agar mereka juga menemukan padang berumput hijau. Maka Paus Benediktus XVI menghimbau untuk “memperkenalkan orang-orang zaman sekarang teristimewa mereka yang mengalami ketidakpastian dan kebingungan, bahwa Allah itu dekat, bahwa di dalam Kristus kita semua saling memiliki.” Keempat, manusia modern yang berlatar belakang lain agama dan budaya, juga perlu disapa dan diajak berdialog. “Kehadiran pastoral di dunia komunikasi digital justru mengantar kita untuk berkontak dengan penganut agama lain, dengan orang-orang tak beriman dan orang-orang dari berbagai budaya, menuntut kepekaan terhadap orang yang tidak percaya, putus asah dan yang memiliki kerinduan mendalam dan tak terungkapkan akan kebenaran abadi dan mutlak.”

BAB III
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN;
KOMUNIKASI IMAN DALAM JEJARING SOSIAL
 (FACEBOOK)

            Allah menginginkan agar semua orang diselamatkan. Keselamatan itu terlaksana lewat komunikasi iman. Komunikasi iman itu sudah terlaksana sejak dalam Perjanjian Lama. Ini terungkap lewat komunikasi diri Allah kepada manusia pertama. Jelas pula ketika Allah mengutus para nabi-Nya yang kemudian berpuncak dalam misteri inkarnasi. Allah menjadi manusia dan tinggal di antara manusia. Semua itu untuk keselamatan manusia. Komunikasi dan karya keselamatan itu juga yang terus berlangsung sampai saat ini. Keselamatan harus menjangkau semua orang lewat pewartaan dan komunikasi iman. Paulus dengan tegas mengatakan: “Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.” (1 Kor. 9:16). Berita Injil merupakan berita kabar baik. Kabar baik yang tidak saja terarah pada isi beritanya, melainkan juga kehadiran pemberitanya harus merupakan kabar baik bagi yang lain. Beita kabar baik itu juga yang dubutuhkan oleh masyarakat digital. Allah juga bisa menjelma dalam media komunikasi agar wajahnya bisa dikenal oleh masyarakat modern. Masyarakat yang terjaring dalam media social facebook. Dalam bab sebelumnya sudah dijelaskan tentang facebook. Penekanan lebih pada pengertian: Apa sebenarnya facebook itu dan penegasan Gereja dalam kaitan dengan pemanfaatan media komunikasi. Seruan-seruan Gereja dalam banyak dokumen memang menempatkan sarana komunikasi social sebagai elemen penting dalam pewartaan. Pertanyaan sekarang menunjuk pada alasan. Mengapa facebook menjadi penting bagi pewartaan iman? Ada beberapa jawaban yang bisa dikemukakan, yaitu: populasi pengguna facebook yang terus meningkat, pemahaman yang baik dari para pengguna facebook tentang jejaring social tersebut, facebook sebagai sarana berjejaring yang bisa menjagkau semua lapisan masyarakat, ketersediaan fitur facebook yang penting bagi pewartaan

III.1. Populasi pengguna facebook yang terus meningkat
Makin banyaknya pengguna facebook di dunia merupakan alasan mengapa facebook penting dalam pelaksanaan evangelisasi. Data terakhir menunjukkan bahwa sudah sekitar 800 juta penduduk dunia yang menjadi konsumen situs ini. Berikut ini data Statistik Per November 2011[14]. Pengguna Facebook saat ini sudah lebih dari 800 juta pengguna aktif. Jika jumlah tersebut dibandingkan dengan jumlah penduduk dunia saat ini yang berjumlah 6.868.638.152 jiwa[15], maka jumlah pengguna facebook dalam lima tahun sejak dirilisnya media social tersebut sudah mencapai 11,6 % penduduk dunia. Indonesia sendiri menempati urutan kedua jumlah user terbesar, yaitu 35 juta orang. Itu berarti bahwa pengguna facebook Indonesia  sudah mencapai 13,5 % jika melihat keseluruhan jumlah penduduk Indonesia saat ini, yaitu 259.940.857. Pengguna terbesar masih AS di atas 152 juta pengguna. Sementara Inggris telah dilampaui Indonesia turun ke urutan ketiga mendekati 29 juta pengguna.[16] Dengan jumlah user yang demikian besar sambil memperkirakan bertambahnya jumlah pengguna pada waktu-waktu yang akan datang, maka facebook jelas menjadi sarana alternative untuk melengkapi komunikasi iman Gereja. Fakta yang muncul adalah bahwa setiap tahun pengguna facebook itu bertambah ratusan juta orang. Ini Nampak dalam table berikut[17]:
Juli 2011                                                          750 juta pengguna aktif
Agustus 2010                                                  500 juta pengguna aktif
Desember 2009                                               350 juta pengguna aktif
Desember 2008                                               100 juta pengguna aktif
November 2007                                              50 juta pengguna aktif
Desember 2006                                               12 juta pengguna aktif
Desember 2005                                               5.5 juta pengguna aktif
Desember 2004                                               1 juta pengguna aktif
Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat dalam skala besar setiap tahunnya, maka bisa dipastikan bahwa situs ini memang akan menguasai dunia maya. Hal ini nyata juga dalam peringkat website yang menempatkan facebook di urutan ke dua setelah google:
10 Besar Peringkat Website Dunia Versi Alexa
·         Google.com, yaitu mesin pencari
·         Facebook.com, yaitu situs jejaring sosial yang paling digemari kalangan remaja
·         Youtube.com, yaitu situs sharing video terbesar
·         Yahoo.com, yaitu sebuah portal besar internet dan hasil layanan yang menawarkan penyedia pencarian, konten disesuaikan, chatroom, e-mail gratis, klub, dan pager
·         Baidu.com, yaitu mesin pencari terkemuka China, mempersembahkan "simple and reliable" search experience, yang kuat dalam bahasa Cina dan multi-media termasuk musik MP3 dan film.
·         Wikipedia.org, yaitu menyajikan materi-materi ilmia, artikel, dan selalu dikunjungi oleh siswa, mahasiswa, dan para pemerhati pendidikan dan perkembangan teknologi
·         Blogger.com, yaitu situs blogging persembahan Google
·         Windows Live (live.com), yaitu mesin pencari dari Microsoft
·         Twitter.com, yaitu situs jejaring sosial ini juga lagi marak-maraknya dikalangan remaja.
·         QQ.com, terbesar dan paling banyak digunakan Internet Cina portal layanan yang dimiliki oleh Tencent, Inc
Munculnya facebook di peringkat atas website dunia tidak lepas dari fakta yang telah disebut dalam latar belakang masalah, yaitu lebih dari 50% user Active login setiap harinya, rata-rata pengguna memiliki lebih dari 130 teman, user  berinteraksi lebih dari 900 juta object yang ada (pages, groups, games, events dan community pages), rata-rata user terhubung ke lebih dari 80 community pages, groups, event dan lainnya, rata-rata 250 juta foto dan video di upload ke facebook, lebih dari 70 Bahasa berinteraksi di dalamnya, lebih dari 75% pengguna adalah non Amerika Serikat, rata-rata pengguna memainkan atau menjalankan lebih dari 20 Juta aplikasi dan games setiap harinya, setiap bulan, lebih dari 500 juta pengguna menggunakan aplikasi di facebook atau di situs luar, lebih dari 7 Juta aplikasi dan situs yang terintegrasi dengan facebook, lebih dari 350 Juta pengguna aktif mengakses facebook dari gadget atau handphone, lebih dari 475 operator selular berinteraksi dan mempromosikan Facebook sebagai bagian dari produk layanan mereka. Website raksasa dan sudah merajai dunia membuat facebook menjadi sarana hebat untuk memasarkan sesuatu. Sekarang dikenal istilah “Marketing Church”[18]. Semacam istilah untuk menunjuk bahwa hal iman sebenarnya bisa dipasarkan. Dalam ilmu ekonomi ada yang disebut: segmentasi pasar (marketing segmentation), yaitu suatu metode untuk mensegmentasi pasar sehingga bisa menguasai perdagangan. Dalam segmentasi pasar ini empat hal disoroti, yaitu[19]:
·         Segmentasi Geografi, Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
·         Segmentasi Demografi, Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan, misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan  sebagainya.
·         Segmentasi Psikografi, Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan: a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah. b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya. c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
·         Segmentasi Tingkah Laku, Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk.
Dalam kaitan dengan facebook, segmentasi yang ketiga poin c memiliki relevansi erat. Facebook sekarang ini menjadi lifestyle begitu banyak orang karena itu pewartaan iman lewat facebook merupakan hal yang baik karena penggunanya yang banyak dan terus meningkat. Itu berarti bahwa facebook merupakan "pasar" yang baik untuk "menjual produk iman" apapun agama itu. Yang terpenting institusi agama harus tetap terbuka pada tekonologi, sehingga dialog iman dengan ilmu pengetahuan bisa terlaksana dengan baik, tanpa melupakan batasan-batasan yang prinsipil. Perlu diingat penegasan di atas bahwa keselamatan perlu menjangkau semua orang. Itu berarti bahwa dengan meningkatnya jumlah populasi user facebook, maka kemungkinan pewartaan karya keselamatan juga makin meluas. Tidak harus memiliki komputer untuk bisa mengakses facebook. Di atas sudah disebut bahwa hampir 350 juta user mengakses facebook lewat handphone. Itu juga karena ada sekitar 475 operator seluler yang beroperasi dan berinteraksi mempromosikan layanan mereka lewat facebook.


III.2. Pemahaman yang baik tentang facebook
            Facebook tidak saja dinikmati oleh kaum elit, kaya, para bangsawan, melainkan telah menjadi jejaring social yang populis. Masyarakat segala lapisan menjadi pengguna media social ini. Pengamatan atas facebook menunjukkan bahwa ada aneka macam orang, sifat, tindakan, dan cara-cara pencitraan yang berbeda. Ada pengguna facebook yang menggunakan akunnya untuk bermain saja, yaitu main game melulu, ada pengguna yang hanya mengikuti kuis tidak jelas, ada pengguna yang suka upload dan tag foto, ada yang memiliki tipe narsis atau ingin dipuji, ada tipe ingin dikira cantik atau ganteng, tipe pengajak kencan, tipe curhat, tipe aktivis, tipe pengarang amatir, manusia super update, manusia melankolis, tukang mengeluh, manusia sombong, manusia puitis, manusia in english, ada yang bertipe obsesif, tipe bioskop, tipe pedagang, tipe misterius, commentator, liker, manyfriends, informer, penipu, penanya, publisher, super long name, tipe event organizer, the thumb, tukang protes, dll. Banyak sifat dan karakter yang terungkap dalam media ini, entah yang positif dan negative.
            Dalam tanggapan daftar questioner yang dibagikan tampak jelas bahwa user facebook dengan segala latar belakang sifat, keperibadian dan karakter yang berbeda mengetahui dengan baik apa sebenarnya facebook itu. Beberapa tanggapan atas pertanyaan: Apa yang Anda ketahui tentang facebook? Ada beberapa tanggapan yang diberikan[20]:
·         Facebook adalah tool/media/sarana untuk bersosialisasi cepat, murah (=gratis), dan 'maya'(im-personal). Ini untuk membedakan facebook dari tool/media/sarana lain bersosialiasi yang mahal, perlu face to face/personal approach (seperti rapat, dialog, kenalan di darat, serta kurang cepat (seperti kirim surat fisik, ketemu janjian, kenalan, dll). Metode yg dipakai: jejaring sosial, mirip multi-level marketing: dari a ke b ke c dst.,
·         Facebook adalah fasilitas murah yang mudah dijangkau. Dulu saya harus susa paya untuk bicara dengan saudara di Amerika. Tapi sekarang untuk mengetahui kabarnya tidak perlu lagi mengeluarkan uang yang banyak untuk beli pulsa. Ada fasilitas chatting.
·         Facebook adalah salah satu sarana update informasi online. Informasi berita/news, kesehatan, pendidikan, dll. sampai keadaan/aktivitas keluarga, taman-teman, kota/kampung halaman, sekolah, club/group, dll. Baik buruk tentang facebook tergantung penggunanya. Sama seperti dapur yang lengkap bahan atau alat-alat memasaknya tidak menjamin masakan yang enak.
·         Salah satu alternatif untuk mencari (teman lama/teman baru/info/berita/dll), tempat  curhat, tempat berdikusi, dan tempat sampah.
·         Jejaring sosial,
·         Facebook adalah alat komunikasi via online untuk berbagi aktifitas dengan orang-orang di sekitar kita. Facebook dalam arti sempit memudahkan seseorang memberitahu keadaannya pada orang lain sekaligus sebagai informasi pada orang dekat mengenai apa yang ada dalam pikiran dan apa yang dirasakan saat itu, detik itu. sedangkan dalam arti luas facebook berarti mau bersosialisasi dengan manusia-manusia lain yang ada di belahan bumi lainnya.
·         Facebook adalah media sosial yang memberi kemudahan bagi setiap orang untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain (teman, pacar, sahabat, keluarga dan siapa saja) di mana saja, dan kapan saja
·         Facebook merupakan media komunikasi multi aspek kehidupan manusia baik personal maupun komunal. Dengan demikian tidaklah dapat dipungkiri bahwa facebook memiliki efek positif dan negatif bagi setiap pengguna, tergantung sikap dan prinsip pribadi untuk melihat facebook dari perspektif yang mana.
·         Facebook adalah tempat untuk berbagi informasi dengan teman-teman di dunia maya.
Tanggapan atas pertanyaan di atas bisa menjadi petunjuk bahwa para pengguna facebook memahami media tersebut secara positif. Mereka bisa memberi arti, memberi pemahaman atas situs yang telah mendunia ini secara positif. Satu hal yang mengemuka adalah pandangan bahwa facebook merupakan media yag memfasilitasi keakraban relasi. Jelas dari ungkapan jejaring social yang memungkinkan terciptanya relasi baik antar pengguna. Di atas memang sudah disebutkan berbagai tipe orang dan cara penampilan mereka dalam media komunikasi ini. Kendati terdapat berbagai jenis perilaku yang berbeda, akan tetapi satu penegasan yang penting adalah mereka mengerti baik facebook sebagai media komunikasi. Pemahaman yang baik dan mengena tersebut bisa menjadi alasan kedua mengapa facebook memang penting dalam komunikasi iman dan pewartaan. Slogan facebook: "Membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda" bisa juga diisi dengan relasi iman dan berbagi nilai-nilai kristiani dengan orang-orang dalam kehidupan Anda. Di sini orang bisa belajar berbagi dan belajar mengungkapkan sifat sosialnya. Kata-kata Aguste Komte sepertinya mengena: No man is an island. Tak ada manusia yang bisa hidup tanpa orang lain. Mereka bisa menyadari kemanusiaan mereka lewat lingkungan social. Facebook merupakan media social yang membantu untuk itu.

III.3. Biaya akses yang murah dengan jangkauan yang luas
            Akses facebook memang tergolong ekonomis. Di samping murah, biaya operasional melalui media tersebut juga berisiko kecil. Ini bisa dibandingkan dengan pewartaan Injil secara langsung dari kampung ke kampung dengan kebutuhan energi, biaya, dan risiko yang besar. Hal ini tentu saja bukan untuk menggantikan pewartaan langsung. Akan tetapi karena fenomena facebook memang mulai mewaba dalam segala lapisan masyarakat, maka sangatlah wajar jika pewartaan digital melalui tool ini dilaksanakan. Dengan kemudahan dan biaya yang relative kecil, para pelaku pastoral pun mendapatkan kemudahan dan fasilitas dalam cara pewartaan. Seorang pastor mengatakan bahwa setiap misa pagi ada sekitar lima sampai sepuluh orang yang mendengarkan renungannnya. Renungan itu kemudian mulai dipublikasikan di facebook. Tidak sedikit orang yang setiap hari membaca dan membagikan pengalaman hidup mereka atas renungan yang mereka baca. Karena itu khotba harian dan hari Minggu tidak saja diwartakan di Gereja, tetapi juga secara rutin dipublikasikan lewat facebook. Saat itu tidak terhitung jumlah umat yang mendapatkan kelegaan rohani. Ada yang memberikan komentar dan ada yang tidak. Akan tetapi pewartaan telah menjangkau posisi hidup mereka. Yang jelas itulah bahwa biaya yang relative kecil bisa membantu penyebarluasan informasi dan pewartaan gereja, bahkan bisa membantu menyapa mereka yang kurang terjangkau. Facebook sungguh membawa keuntungan dari perspektif religious, yaitu[21] membawa berita dan informasi tentang event-event religius, ide-ide, dan kepribadian, melayani sebagai kendaraan untuk evangelisasi dan katekese, dan menyediakan inspirasi, peneguhan, dan peluang untuk ibadah bagi mereka yang terkurung di rumah atau institusi. Karena itu facebook memang sangat relevan untuk aneka kegiatan dan program Gereja, seperti evangelisasi (termasuk re-evangelisasi dan evangelisasi pertama, maupun karya misioner ad gentes), katekese, dan aneka bentuk pendidikan, berita, dan informasi, apologetik, dan administrasi, dan beberapa bentuk pastoral konseling dan bimbingan rohani. Facebook memang tidak bisa menggantikan komunitas antar pribadi secara real, realitas inkarnasi dari sakramen-sakramen dan liturgi, atau pewartaan langsung Injil, namun facebook dapat melengkapinya pada pengalaman iman yang hidup, dan memperkaya kehidupan religius penggunanya.

III.4. Ketersediaan fitur yang memungkinkan pewartaan yang baik
            Pengamatan atas berbagai isi dan fasilitas yang ada dalam facebook menunjukkan bahwa karya pewartaan bisa dilaksanakan dengan baik dalam media ini. Beberapa hal yang menonjol dan telah digunakan sebagai sarana pewartaan dalam facebook adalah aplikasi group, Halaman, facebook share, status update/upload photo.
III.4.1. Group
            Dalam wawancara dengan para informan terungkap bahwa grup kadang-kadang digunakan untuk tujuan yang menyimpang. Misalkan ada grup cerita porno, ada juga grup esek-esek, atau grup alkoholik. Akan tetapi tidak sedikit juga pembuatan grup itu untuk kebaikan bersama. Ada grup persekolahan, seperti Seminari Menengah Fransiskus Xaverius Kakaskasen, SMA Katolik Theodorus Kotamobagu, dll. Ada grup minat, seperti Milanisti Indonesia, Blogger Indonesia, ada grup nasional, seperti Republik Indonesia, Persahabatan Indonesia, ada grup cinta, seperti Museum Kisah Cintaku, Cinta Sahabat, ada grup humor seperti Cerita Lucu Penghilang Stres atau Lucu Papua, ada grup motivasi seperti Motivasi Hati dan Pendidikan Karakter, dan ada grup religious seperti Islammu, Islamku, Islam Kita, atau juga Pendalaman Iman. Pst. Inno Ngutra mengatakan bahwa setiap harinya ia mengirimkan renungan pagi dan renungan malam dalam group.
            Grup seperti ditegaskan dalam bab sebelumnya diperuntukkan sebagai “tempat berkumpul” user facebook dengan kesamaan minat tertentu. Tujuannya untuk gathering.  Menjadi bagian dari komunitas groups. Tidak ada fitur untuk memonitor traffic groups. Setiap member group dapat mempostkan item di “posted items”. Grup inilah yang menjadi sarana utama dalam facebook yang digunakan untuk pewartaan. Ada beberapa grup religious di facebook, khususnya di Indonesia yang saat ini mendapatkan banyak kunjungan, yaitu:
·         Mempertanggung-jawabkan Iman Katolik
·         Pendalaman Iman
·         Persahabatan Katolik
·         Bunda Maria
·         Bangga Menjadi Katolik
Berikut ini bisa dilihat corak pewartaan dalam grup yang telah disebut:


III.4.1.1. Mempertanggung-jawabkan Iman Katolik[22]
Data terakhir (3 Desember 2011, jam 10:7 WITA) menunjukkan bahwa ada 5975 user yang masuk dalam group ini. Dalam pengenalan group ditulis seperti ini: Kami meyakini bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang direncanakan oleh Tuhan Allah, didirikan oleh Yesus Kristus Putera-Nya, dan dikuduskan terus menerus oleh Roh Kudus. Dan sesuai dengan amanat Yesus sendiri, Gereja Katolik menjadi "sakramen keselamatan" bagi seluruh bangsa. Setiap anggota Gereja telah dibekali dengan Roh Kristus yang memampukannya untuk hidup kudus dan yang menghantarkannya kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal.
 MEMO MIK 06-12-2010
Menjadi kegembiraan bagi kita semua bahwa anggota MIK terus bertambah, baik yang ditambahkan oleh teman-teman maupun yang meminta sendiri (inisiatif sendiri). Ada dua hal yang ingin kami sampaikan kepada semua anggota MIK yakni:
·         Group ini khusus untuk Orang-orang Muda Katolik, sehingga tolong semua anggota MIK agar mengecek dan yakin betul akan agama temannya, baru menambahkan dalam group MIK.
·         Kepada MIK-ERS yang baru bergabung agar sebelum mengajukan pertanyaan, alangkah baiknya membuka dan membaca hasil kesimpulan dari teman yang telah didiskusikan dalam dokumen-dokumen yang telah diedit sehingga tidak membahas kembali apa yang telah dibahas, kecuali jika setelah membaca dan merasa bahwa ada yang belum jelas, maka bisa ditanyakan dan didiskusikan kembali.
Demikian MEMO MIKERS ini dibuat untuk diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih. Salam MIK-DVC. Susunan Pengurus GROUP MIK
 PELINDUNG MIK-ERS : ST. ANDREAS (30 November)
 MOTTO : Venite post me, faciam vos fieri piscatores hominum.
 (Datang dan ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia)
·         Pembimbing : RD. INNO NGUTRA
·         Narasumber : Semua Romo yg sudah menjadi member GROUP MIK.
·         Bpk. Penasehat : Bpk. Bernard Titus
·         Ibu Penasehat : Ibu Lani Hardjono
·         Ketua Umum : Bpk. Francis Tangkumahat
·         Ketua Pelaksana : Lambert Resilay
·         Wkl Ketua : Benny Teniwut
·         Sekretaris/Notulen : Sdri. Fafay Filly Liandri V Waworundeng
 Koordinator Wilayah:
·         Jakarta : Bpk. Sam Semmy Sirken
·         Cikarang : Sdr. Agustinus Takndare
·         Cirebon : Bpk. Peter Tan
·         Bekasi : Ana Maria Primy
·         Batam : Sdr. Filland Kiki
·         Malang : Sdr. Fox Stevanus
·         Jayapura : Sdr. Jhon Lartutul
·         Sorong : Sdr. Donny Kumendak
·         Manado : Sdr. Dave Wagiu
·         Bitung : Bpk. Sisco Sigarlaki
·         Tondano : Sdri. Tiara Finsensia Liwe
·         Ambon : Dkn. Yoppy Sorlury dkk.
·         Ternate : Rm. Patrik Angwarmase, Rm. Sukrisno
·         Kei : Sdr. Dimas Singray Remetwa
·         Tanimbar : Sdr. Jake Lalamafu, Bpk. Zakarias Lamere
            Group ini boleh disebut sebagai grup yang solid karena kejelasan pengurus, aturan, dan juga dikelolah dengan baik. Kehadiran MIK telah memberikan warna baru dalam pengembangan iman orang Katolik.

III.4.1.2. Pendalaman Iman[23]
Group ini memiliki 2548 member (data terakhir, 3 desember 2011 jam 10:10 WITA). Ada beberapa catatan penting mengenai grup ini: Pendalaman Iman adalah sebuah group diskusi, sharing, dan pembahasan topik-topik tertentu yang berkaitan dengan iman kita sebagai seorang pengikut Yesus. Group ini terbuka bagi siapa saja. Setiap anggota dapat mengemukakan pendapatnya secara konstruktif, dan juga diharapkan membagi/sharing pengalaman-pengalamannya sesuai dengan topik yang dibahas. Selain itu, anggota juga dapat memunculkan atau bertanya mengenai topik-topik tertentu yang berkaitan dengan iman kita untuk didiskusikan. Tidak ada peraturan khusus dalam diskusi atau sharing, namun hendaknya semua tulisan dapat dilakukan secara konstruktif dan mengacu pada etika umum yang berlaku. Teman-teman yang terkasih dalam Kristus, mari kita saling berbagi dan menguatkan iman kita di group "Pendalaman Iman" ini.
 Silakan klik "Join this group" bagi yang belum jadi 'member'.
 Lalu marilah kita mengajak teman-teman kita dengan:
 1. Klik "+ Add Friends to Group" (ada di kanan atas, di bawah info ini)
 2. Ketik nama teman-teman FB anda.
 3. Lalu klik namanya.
 Terima kasih dan salam damai,
            Grup pendalaman iman ini didirikan oleh orang Katolik. Anggota-anggotanya juga mayoritas orang Katolik. Akan tetapi sifat grup ini terbuka. Semua orang bisa masuk dan menjadi bagian dari group. Lalulintas group dan sanksi anggota sebenarnya ada dan menjadi hak admin. Di sini lebih banyak menyampaikan cerita-cerita iman, cerita orang kudus dan liturgy.

III.4.1.3 Bunda Maria[24]
Group ini memiliki 1257 member (data terakhir 3 Desember 2011, jam 10:15 WITA). Ada beberapa catatan penting berkaitan dengan grup ini sebagaimana yang telah ditulis oleh para pengurusnya: Grup ini kami buat bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta kita dan berdevosi kepada Bunda Maria.....
 Salam Maria, penuh Rahmat, Tuhan sertamu....
 Terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu Yesus....
 Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini,
 sekarang dan pada waktu kami mati...
 Amin...
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban grup, berikut RULE yang harus ditaati oleh semua pihak:
·         Setiap postingan harus disampaikan secara sopan dan bebas dari serangan pribadi [ad hominem], ancaman, dan kata-kata kasar, porno ataupun provokasi..
·         Hanya postingan yang berkaitan dengan Bunda Maria yang diizinkan.
·         Jika postingan itu berupa penampakan Bunda Maria yang *belum* disetujui oleh pihak Gereja, entah Vatikan atau pihak keuskupan setempat, maka diwajibkan untuk:
o   mencantumkan hal tersebut secara jelas;
o   mengulas peristiwa penampakan dengan baik;
o   menyebutkan sampai sejauh mana posisi Gereja terhadap peristiwa itu.
·         Tidak diizinkan memposting penampakan Bunda Maria yang *telah ditolak* oleh pihak Gereja, entah Vatikan atau pihak keuskupan setempat.
·         Tidak diizinkan menggunakan nama account facebook yang tidak pantas atau menyinggung, dan entri profil atau gambar yang tidak pantas,.
·         Gunakan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam bertanya dan/atau memberi komen. Diperkenankan memakai huruf besar hanya untuk penekanan penyampaian pesan, tapi tidak untuk seluruh kalimat. Jika melanggar posting akan dihapus tanpa peringatan.
·         Hindari postingan berupa link saja tanpa komentar sedikit pun.
·         Jangan posting nomor telepon pribadi dan alamat.
·         Jangan posting apapun yang dapat ditafsirkan sebagai spam.
·         Jangan posting apapun yang dapat ditafsirkan sebagai iklan komersial atau berisi segala bentuk ajakan komersial.
·         Setiap postingan harus ditanggapi on-topik. Jika Anda ingin mendiskusikan topik yang lain, mulailah dengan menulis status baru. Postingan off-topik tidak diijinkan dan akan dihapus.
·         Bacalah note/diskusi yang ada terlebih dahulu sebelum membuat topik.
·         Admin BUNDA MARIA berhak untuk menghapus, mengedit, memindahkan atau menutup semua diskusi untuk alasan apapun.
·         Jika sudah diperingatkan yang kedua kalinya tapi tetap melanggar, maka member akan di-BAN.
 -Terima kasih.-
 Semoga Bunda berkenan menjaga keutuhan dan kekompakan grup ini.

III.4.1.4. Bangga menjadi Katolik[25]
            Group ini memiliki 526 member (data terakhir, 3 desember 2011, jam 10.20). beberapa keterangan tentang group ini: MEMO BMK untuk ANGGOTA BARU:
Kawula muda yang kurindukan....
Arus besar yang membawa banyak teman baru untuk bergabung di MIK dan BMK beberapa hari terakhir ini tentunya mendatangkan kegembiraan bagi kita semua sebagai orang muda Katolik di dunia maya, sekaligus juga membuktikan misi kita "MEMBAWA TEMAN KEPADA YESUS DAN MEMBAWA YESUS KEPADA TEMAN" sedang kita jalankan. Ini tentunya dengan cara unik yakni memperkenalkan Ajaran dan Tradisi Suci Gereja Katolik yang didirikan oleh YESUS sendiri kepada teman-teman baru, bukan karena Anda belum tahu tapi sekedar mengingatkan kembali dan juga memberikan pengetahuan tambahan kepada Anda sekalian yang mau belajar meningkatkan Iman Katolikmu. Menjadi kegembiraan bagi kita semua bahwa anggota BMK terus bertambah, baik yang ditambahkan oleh teman-teman maupun yang meminta sendiri ( inisiatif sendiri ). Karena itu, izinkanlah saya untuk mengulangi saja apa yang menjadi aturan main dalam group ini seperti yang sudah diberikan kepada teman-teman lain ketika mereka bergabung di MIK dan Bangga Menjadi Katolik (BMK), sebagai berikut:
·         Grup ini diperuntukkan untuk Orang-Orang Muda Katolik, namun tidak tertutup kemungkinan bagi Saudara Saudari Katolik yang mau mempelajari iman Katolik secara mendalam.Mohon dipastikan bahwa hanya yang beragama Katolik saja yang boleh ditambahkan pada grup ini. Bagi member non Katolik, akan di banned tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
·         Bagi BMK'ers yang mau menambahkan teman-teman lain ke grup , di harapkan terlebih dahulu memperkenalkan teman tersebut di wall BMK, dengan disertai keterangan :Agama, Paroki Asal/Stasi,Nama Pastor Paroki/Ketua Stasi. Hal ini diberlakukan untuk memudahkan admin dalam konfirmasi persetujuan dan menghindari adanya akun palsu yang dibuat oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
·         Postingan yang masuk berupa ayat Kitab Suci, kesaksian iman, cerita motivasi, bahan diskusi/pertanyaan dan yang lainnya adalah bertujuan untuk pembelajaran kita mengenai iman Katolik. Tidak diperkenankan untuk memposting sesuatu yang mengandung unsur SARA,provokasi,pornografi, pelecehan/penghinaan, iklan produk yang tidak berhubungan dengan tujuan grup ini, dan penggunaan kata kata yang kotor/tidak sopan. Apabila hal ini dilanggar, admin dapat menghapus postingan tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
·         Kepada BMK'ers yang baru bergabung diharapkan agar membuka dan membaca topik diskusi yang sudah dibahas dan dirangkum kesimpulannya, sebelum mengajukan pertanyaan atau topik bahasan. Topik yang sudah dibahas biasanya sudah melewati tahap editing dan tersimpan dalam dokumen-dokumen. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pembahasan ulang ; kecuali jika setelah membaca dan merasa bahwa ada yang belum jelas, maka bisa ditanyakan dan didiskusikan kembali.
Demikian MEMO BMK-ERS MIK ini dibuat untuk diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih. Salam BMK-DVC.

III.4.1.5. Katolik[26]
            Beberapa catatan sebagai pengenalan dalam group ini:
Category:
Organisations - Religious Organisations
Description: Sumber kejahatan melimpah yang diderita Gereja saat ini adalah: indifferentisme, yang menyatakan bahwa adalah mungkin memperoleh keselamatan kekal bagi jiwa dengan menganut agama apa saja, sepanjang moralitas tetap dipertahankan. "Cabang memiliki bentuk yang sama setelah ia diputus dari pokok anggur; akan tetapi apa untungnya kesamaan bentuk, bila ia tidak hidup dari akarnya?" Paus Gregorius XVI, Ensiklik Mirari Vos 1832. Beberapa [orang] berkata bahwa mereka tidak terikat oleh ajaran yang mengajarkan bahwa Tubuh Mistik Kristus dan Gereja Katolik Roma adalah satu hal yang sama. Beberapa [orang] mereduksi perlunya menjadi anggota Gereja untuk mendapatkan keselamatan abadi, menjadi formulasi yang tidak ada artinya. Yang lain bahkan meremehkan karakter dari kredibilitas iman Kristen tersebut. Kepada mereka Kita [merasa] sedih untuk menyatakan dengan keras [dan] mengulangi kembali kebenaran yang telah diketahui, dan untuk menunjukkan dengan cemas kesalahan yang jelas [ini] dan bahaya dari kesalahan [tersebut]. HUMANI GENERIS - Paus Pius XII (12 Augustus 1950) - Mengenai Pandangan-Pandangan Salah yang Mereduksi Pondasi Dari Ajaran Kristen.
Tempat dimana kamu bisa bertemu dengan 'Indonesian Katolik' dan bagi siapa saja yang 'baik' yang mengingikan untuk bergabung dalam Gereja Katolik yang Universal. Kematian Kristus untuk menebus manusia berdosa menggenapi Firman-Nya. Kebangkitan-Nya dari maut menjadikan pengorbanan-Nya nyata. Kita sebagai umat percaya, yang sudah menerima anugerah keselamatan-Nya, sdh seharusnya ikut ambil bagian dalam melaksanakan Amanat Agung Kristus (Matius 28:19-20). Sampai suatu saat di mana semua lutut bertelut dan lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja!! "Akulah kebangkitan dan hidup" (Yoh 11:25). Jadi bagaimana sekarang saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: ..., tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. (I Kor 14:26). Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.~Filipi 4:6.
Posting Doa-doa permohonan serta Doa Syukur Anda, dan mari kita mendoakan bersama doa-doa tersebut dalam kebersamaan dan Kasih Kristus.
 ► Doa Permohonan
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=6684
 ► Doa Syukur
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=6685
 ► Doa Mengubah segala sesuatu :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=7280
 ► Cara Tuhan menjawab doa :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=7455
 ► Baca Posting Ini terlebih dahulu :
 » Renungan Hari Ini :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=4012
 » Ruang Tegur dan sapa :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=4212
 ► Diskusi HOT :
 » Bunda Maria dalam Gereja Katolik :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=6353
 » Kawin Campur :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=7565
 » Jodoh di tangan Tuhan ? :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=14036821236&topic=8868
 ► Ajak Keluarga, Sahabat & teman yang Anda kenal untuk bergabung dalam grup ini ♥ ♥ ♥
 Pada kolom kanan di bawah gambar ...
 1. KLIK "Join this Group" (jika Anda belum melakukannya)
 2. KLIK "Invite People to Join"
 3. SELECT semua teman-teman yang Anda Kenal
 4. KLIK "Send invitation"
Hanya itu! BTW, Anda hanya dapat mengundang 100 orang pada satu waktu, jadi memulai kembali setelah yang 100 pertama Anda kirim. Tuhan Memberkati
Privacy type:
Open: All content is public.
Admins
·         Severinus Klemens
·         Ygraine Chino
·         Julius Paulo
·         Shevyn Andreas (Indonesia)
·         Belfry Trianggono (Indonesia)
·         Bapaknya Joaquin Siahaan (Indonesia)
·         Ivan Shurex (Indonesia)
·         Klinik ROhani (Indonesia) (creator)

III.4.1.6. Lentera Jiwa[27]
            Group ini memiliki 170 member. Ada beberapa catatan penting dari admin group: Forum LENTERA JIWA Bertujuan untuk membantu Anda sekalian dalam usaha untuk lebih mendalami permenungan Anda akan Sabda Tuhan setiap harinya lewat bacaan-bacaan Kitab Suci, khususnya bacaan Injil menurut KALENDER LITURGI GEREJA KATOLIK yang diterbitkan oleh KWI untuk Gereja Katolik di Indonesia. Untuk itu Anda dapat membagikan sesuatu dari apa yang Anda miliki di forum ini. Tentunya sesuatu yang bagi kita semua dapat MEMBANGUN DAN MEMELIHARA IMAN KITA. Anda juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan dan komentar-komentar seputar iman Katolik di forum ini. LENTERA JIWA adalah Buku Renungan Harian yang ditulis oleh para Frater Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng. Membeli atau berlangganan LENTERA JIWA berarti turut membantu penyelenggaraan pembinaan calon-calon iman Diosesan Manado dan Amboina. Sekiranya ada saran dan kritik Anda sehubungan dengan buku renungan harian LENTERA JIWA, silakan menyampaikannya ke :Redaksi LENTERA JIWA Seminari Pineleng melalui Forum ini, atau e-mail: jiwalentera10@ymail.com
Staf Redaksi:
·         Penanggungjawab: RD. Ventje Runtulalo, Pr
·         Pimpinan Redaksi : Fr. Zepherinus Renwarin (Ferry)
·         Redaktur Pelaksana : Fr. Max Tharob
·         Administrator Redaksi : Fr. Stenly Sigar
·         Editor : Fr. Stevanus Warawarin; Fr. Fransiskus Agwarmas
·         Layout : Fr. Erick Mara; Fr. Kornel Kupea
·         Distributor : Fr. Vitaslis R.A. Letsoin; Fr. Alex Sondakh
·         Penulis : Fratres Diosesan

III.4.1.7. Persahabatan Katolik
            Group ini terdiri atas 5037 member. Dalam group ini ada beberapa catatan penting yang dikemukakan:
·         Group Persahabatan Katolik adalah group tertutup yang terdiri hanya umat Katolik.
·         Tujuan dibukanya group ini adalah untuk saling menguatkan, saling mendoakan, saling bertukar pengetahuan tentang ajaran Gereja Katolik, tentang ajaran Tuhan Yesus, ulasan-ulasan/renungan-renungan Kitab Suci baik dari Perjanjian Lama & Perjanjian Baru.
·         Harapannya adalah :
ü  melalui jalinan persahabatan umat Katolik semakin dewasa imannya, semakin terlibat dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan, wilayah dan Parokinya serta semakin menambah pengetahuan kita tentang teladan Yesus Kristus, Bunda Maria, Para Rasul, Santo Santa, Kitab Suci, tradisi Gereja Katolik dan Magisterium Gereja Katolik.
ü  agar tercipta gerakan perubahan sikap Cinta Kasih umat Katolik secara nyata dan adanya komunikasi dua arah yang erat antara rohaniwan/wati, biarawan/wati dengan umat dalam menuju kepada kemuliaan Allah.
·         Peran serta Pastor, Bruder, Suster, Frater dan awam yang pernah di seminari/yang mendapat kursus KEP/kursus Kitab Suci dan Gereja Katolik dapat membantu di grup Persahabatan Katolik ini.
·         Alasan bersifat tertutup adalah agar tidak ada gangguan bagi umat Katolik dari pihak/agama non Katolik dalam menambah pengetahuan imannya serta mempererat persahabatan umat Katolik, dan di samping itu untuk menghindari pertentangan antar agama (mendiskreditkan agama lain).
·         Yang ada di grup PerKat ini bisa berdiskusi dengan sopan (jauhkan dari sikap menang sendiri atau merasa paling benar) dan mampu menerima setiap kritikan dengan lapang dada sehingga akan memberi nuansa damai dan bersahabat untuk membangun iman umat dan Gereja Katolik.
·         Karya tulis bisa berupa renungan, puisi, tanya jawab, copasan artikel yang semuanya ditujukan kepada hal yang positif.
·         Group Persahabatan Katolik (PerKat) ini tidak boleh diisi dengan promosi produk yang tidak berkaitan dengan Gereja Katolik seperti sabun, handphone, memberi like untuk mengikuti kontes, dan sejenisnya (sehingga maaf jika Admin harus hapus). Masih diperkenankan untuk promosi seperti produk rosario, patung rohani, pengumuman undangan acara di suatu Paroki/Kursus/Kelompok yang resmi di Gereja Katolik, tour ziarah, dan mengiklankan lowongan kerja.
Patut disyukuri Grup Persahabatan Katolik semakin banyak anggotanya dan semakin memberikan warna yang menyegarkan dan menyemangati kita semua. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
            Selain group-group yang telah disebutkan di atas, masi banyak lagi sebenarnya group religious yang ada, baik dari Gereja Katolik sendiri, maupun dari gereja dan Agama lain. Akan tetapi jumlah group yang telah disebut di atas sudah bisa menunjukkan bahwa pewartaan lewat facebook saat ini menjadi pilihan pastoral multimedia. Gema pewartaan lewat media ini memang sungguh terasa. Diskusi dalam group inilah yang paling nampak jika orang berbicara tentang pewartaan melalui facebook.

III.4.2. Halaman
Halaman merupakan fitur yang penting dalam facebook yang menarik dimanfaatkan sebagai media pewartaan. Sudah diungkapkan bahwa Facebook Page, diperuntukkan untuk “membuat profile” dari sesuatu. Profile produk, artist, public figure, bisnis, dll. Tujuannya memang untuk promosi. Dapat menambahkan Facebook Application pada page. Pemilik/admin dari page tidak diperlihatkan. Status hubungan di page adalah fan. Artinya kedudukan page dan member seperti antara artist dan penggemar. Terdapat feed activity dari page. Membuat halaman St. Fransiskus Xaverius misalnya menunjukkan bahwa Santo yang satu ini menjadi seperti artis. Bisa dibicarakan tentang hidupnya, riwayat hidupnya, karya-karyanya yang luar biasa, kesederhanaan dan semangat hidupnya. Fitur halaman inilah yang juga banyak dimanfaatkan untuk pendidikan iman. Ada beberapa halaman yang berkaitan dengan kehidupan Gereja: Katolik Roma, Misa Tradisional Katolik Roma di Jakarta (SSPX), 100% katolik roma, Gereja Katolik Roma, Roma Katolik, Tradisi Katolik, Berita Katolik, Konsili Vatikan II, Vatikan, Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI, dll.

III.4.3. Facebook Share
Facebook Share. Share Bookmarklet adalah tools yang memungkinkan untuk berbagi halaman web yang menarik kepada teman-teman di friendlist. Yang dibagikan biasanya adalah artkel, gambar, foto, atau hal-hal menarik dari website lain ke dalam facebook. Ketika sudah masuk dalam facebook, maka halaman web tersebut bisa pula dibagikan dengan tools facebook yang ada di bagian bawa postingan. Fitur ini banyak dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan iman, berbagi berita Katolik, atau juga artikel menarik untuk dinikmati user facebook. Penulis sendiri cenderung menggunakan sarana ini dalam pewartaan di facebook. Itu juga karena penulis memiliki blog sendiri dengan alamat: luckioojozz.blogspot.com. Blog tersebut berisi ajaran-ajaran Gereja yang didapatkan selama kuliah di Seminari Pineleng, serta berbagai artikel karangan sendiri atau juga karangan orang lain yang dimuat dengan mencantumkan link. Ada vodeo religious, ada presentasi power point tentang sekami, ada artikel tentang kitab suci, bunda Maria, cerita menyentuh, dan juga bahan kuliah (tugas oleh dosen) yang dipublikasikan. Materi itulah yang seringkali penulis bagikan ke facebook dengan memanfaatkan facebook share. Cara ini efektif dan efisien. Indikasinya adalah banyaknya jumlah tamu yang mampir ke blog penulis. Data terakhir menunjukkan bahwa pengunjung di blog penulis sudah mencapai 1473 pengunjung. Dengan demikian bisa dibayangkan bahwa ada sekitar ribuan orang yang telah membaca ajaran-ajaran iman dan moral kristiani yang termuat dalam blog penulis. Semua itu terjadi salah satunya karena facebook. 

III.4.4. Status update/upload photo
Status update memudahkan dan memungkinkan untuk mengetahui keadaan teman-teman tanpa harus bertemu/berkomunikasi langsung dengannya. Dengan Facebook, kondisi dari banyak teman-teman bisa diketahui dalam waktu yang sama, kapan saja. Di sini pula bisa diketahui berita-berita terbaru dan terhangat. Di sini pula penulis membaharui status pribadi. Pembaharuan status dalam kaitan dengan pewartaan berisi ayat-ayat Kitab Suci, ungkapan-ungkapan rohani, ucapan selamat merayakan pesta, ucapan ulang tahun ke dinding teman, dan bisa juga dengan menambahkan foto rohani, seperti gambar santo/a, gambar Yesus, Maria, dan gambar rohani lain yang berguna bagi perkembangan iman kristiani.
Empat alasan di atas sudah bisa menunjukkan bahwa pewartaan lewat facebook memang sudah ada dan sangat relevan untuk terus dilaksanakan. Pertama karena jumlah masyarakat facebook yang terus meningkat setiap harinya. Hal yang menunjukkan bahwa situs ini sudah dikenal dan telah menjadi raja network dunia. Ingat misalnya kemenangan Barrak Obama menjadi presiden salah satunya karena penjaringan massa lewat facebook. Kedua, user facebook umumnya mengerti baik jejaring ini sebagai media pertemanan, relasi yang terhubung bagaikan mata rantai. Yang satu berteman dengan yag lain. Saling mengalamatkan permintaan yang pada akhirnya jumlah pertemanan meningkat. Jika hal tersebut diisi dengan muatan religious, maka pemahaman orang akan kehidupan iman dan Gereja juga menjadi sharing dalam pertemanan. Ketiga, akses facebook tergolong murah. Tanpa computer orang bisa masuk lewat HP atau media lain. Biayanya terjangkau dan jangkauan facebook juga yang luas dan menyeluruh. Presisden Amerika dan penduduk Tolai bisa membaca status update pada waktu bersamaan. Dengan begitu maka katekese dan pewartaan lewat facebook bisa pula menyentuh masyarakat dalam segala lapisan. Secara khusus mereka yang jarang terjangkau lewat pastoral teritorial bisa merasakan manfaat. Ingat bagaimana HP sederhana saja bisa mengakses facebook. Keempat, facebook menyediakan fitur-fitur menarik yang terbuka lebar untuk menyajikan jaran-ajaran iman dan moral. Dalam arti itu maka pelaksanaan misi Gereja untuk mewartakan Injil kepada segala bangsa dan wilaya bisa terwujud. Cara pewartaannya dijelaskan dalam bab berikut.



















BAB IV
MEMASARKAN PRODUK IMAN MELALUI FACEBOOK

Pewartaan iman melalui facebook perlu diperkenalkan secara utuh. Pewartaan itu perlu menjadi santapan harian dan perlu pula terjelma dalam dunia nyata.
Benediktus XVI menegaskan:[28]
Tugas memberikan kesaksian tentang Injil di era digital menuntut setiap orang untuk secara istimewa memiliki kepekaan terhadap aspek pesan yang dapat menantang cara berpikir khas internet. Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa kebenaran yang ingin kita bagikan bukan berasal dari nilai "popularitas"-nya atau jumlah perhatian yang diterima. Kita harus berusaha memperkenalkannya secara utuh, bukan sekadar supaya dapat diterima atau sebaliknya malah melemahkannya. Ia harus menjadi makanan harian dan bukannya daya tarik sesaat. Kebenaran Injil bukanlah sesuatu yang memberikan rasa puas atau digunakan secara dangkal, melainkan pemberian yang menuntut jawaban bebas. Bahkan apabila diwartakan dalam dunia internet, Injil harus terjelma dalam dunia nyata dan berkaitan dengan wajah riil saudara dan saudari kita, mereka yang dengannya kita berbagi keseharian hidup kita. Hubungan manusiwi yang langsung tetap menjadi fundamental bagi pemakluman iman.
Seruan di atas menjadi pegangan dalam pewartaan di dunia digital, secara khusus dalam jejaring social, facebook. Harapannya adalah agar keselamatan menjangkau semua orang. Paulus mengatakan bahwa: “Allah menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1 Tim. 2:4). Dalam rangka itu pula ia menggunakan berbagai cara yang baik untuk menyentuh segala lapisan masyarakat: “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.” (1Kor 9:20-21). Demikian juga facebook menjadi cara yang baik untuk menegukan iman kristiani dan memenangkan mereka yang kurang disapa dan agak jauh dalam jangkauan pastoral langsung. Bagaimana pewartaan tersebut bisa dilaksanakan dalam media komunikasi ini? Pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam bab ini.
            Dalam bab sebelumnya, khususnya pada bagian kedua disebutkan bahwa facebook itu semacam pasar di mana produk iman bisa dijual. Istilah pasar mengindikasikan perjumpaan antar manusia. Pasar menunjuk pada orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Facebook lebih menunjuk pada pasar yang abstrak di mana transaksinya terjadi secara on line. Di dalam pasar tersebut terdapatlah orang-orang dengan segala keinginannya, daya beli mereka, dan kemauan untuk membelanjakannya. Masyarakat pasar tersebut terdiri atas 800 juta kostumer potensial yang terhubung. Itulah jangkauan target konsumen facebook saat ini. Itu berarti pula bahwa masuk dalam facebook menandai masuknya orang dalam pasaran global. Dengan penyebutan pasar bukan untuk menunjuk jual beli iman. Iman jelasnya tidak bisa diperdagangkan. Akan tetapi dalam rangka melihat bagaimana caranya pewartaan lewat facebook, maka penulis meminjam konsep pasar untuk menjelaskannya. Pemasaran dimengerti sebagai sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.[29] Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Akan tetapi manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Ada pemasar, pemenuhan produk, penetapan harga, pengiriman barang,  mempromosikan barang, dan konsumen. Pemasaran produk iman dalam kaitan dengan facebook dilaksanakan sebagai berikut:

IV.1. Pewarta (produsen dan pemasar)
            Satu produk yang baik selalu berasal dari ide dan mimpi besar manusia. Mimpi yang kemudian menjadi nyata lewat usaha mengaktualkan mimpi dalam satu proses produksi. Berbagai hasil produksi terungkap lewat macam-macam hal, misalnya jejaring social facebook yang bisa merajai dunia website karena ide brilian Mark Zuckerberg. Situs ini kemudian laku dan mendapatkan ratusan juta konsumen dalam dunia maya, dan bahkan sempat menggeser google sebagai pimpinan tahkta dunia internet. Demikian juga ada begitu banyak mimpi dari para intelektual lain yang menjadi nyata dan dinikmati masyarakat dunia. Hal serupa terjadi dalam dunia religious. Thomas Aquinas barangkali tidak menyangka kalau Summa Theologiae hasil tulisannya sampai saat ini dinikmati dan dipelajari oleh para intelektual muda. Demikian juga saat ini bermunculan begitu banyak penulis religious dalam bentuk renungan, ajaran iman, atau juga perumusan modul katekese untuk anak-anak, keluarga, dan Gereja secara umum. Hasil karya mereka merupakan tanda nyata dari mimpi untuk mengajarkan kebenaran kepada dunia berdasarkan iman kristiani. Hasil produksi tersebut pantas untuk mendapatkan penghargaan. Penghargaan itu tidak akan ada jika tulisan dan karya-karya yang dibuat tidak dibagikan dan diajarkan kepada orang lain. Facebook menjadi sarana alternative untuk menjual produk tersebut. Cara penjualan lewat facebook adalah dengan masuk dan menjadi pemasar dalam situs tersebut. Dalam facebooklah produk iman yang tercipta bisa dijual untuk kepuasan para konsumen. Di sinilah penulis itu menjadi seorang pemasar. Sebagai pemasar, maka perlulah pembentukan citra diri yang baik, yaitu untuk menunjukkan bahwa ia adalah sebagai seorang pakar religious dan sekaligus seorang pewarta. Orang akan lebih mudah percaya saran anda jika anda memang ahli dalam bidangnya. Seperti halnya tidak ada pasien yang menolak apa kata dokter. Bagaimana membangun reputasi anda? Kenyataan yang muncul itulah bahwa banyak user facebook yang tidak bisa menjaga reputasi dan citra diri sehingga tidak ada kepercayaan public kepadanya. Yang penting adalah selalu belajar dan mengkomunikasikan diri sebagai pewarta, dan sebagai  pakar dalam dunia religius. Tingkatkan kualitas pelayanan serta melatih diri dan orang-orang yang ada di sekitar agar bisa bersikap ramah dan melayani pengunjung akun facebook yang dimiliki dengan baik. Prinsipnya adalah ramah, sopan, cepat, dan memuaskan. Hal-hal teknis berkaitan dengan pemasar iman yang baik adalah tampil sebagai pewarta kabar gembira. Dengan demikian perlu ada foto profil sebagai marketer religious. Frater dengan busana rohaninya, begitu juga pastor dengan kasulanya. perlu terlihat baik dan kudus. Itulah identitas sebagai marketer religious. Dengan demikian user facebook langsung bisa membedakan dengan foto awam atau anak ABG yang lebih santai atau casual. Hal lain yang perlu dilakukan adalah menanggapi secara pribadi setiap komentar dan pesan yang masuk dalam akun. Ini adalah cara berhubungan dengan orang di facebook. Menjawab semua pertanyaan pribadi adalah apa yang facebook bisa lakukan. Isi semua yang ada di halaman biografi dan halaman informasi. Buatlah mudah bagi orang lain untuk menghubungi dan melihat siapa saya sebenarnya. Selalu up to date agar orang akan melihat perubahan informasi untuk tetap terkini dan itu akan dihargai. Itu tentang tampilan kelihatan di facebok. Selengkapnya, untuk menjadi pemasar religious yang baik dalam pasaran facebook, perlulah membangun beberapa fondasi keperibadian berikut:[30]
IV.1.1. Fondasi spiritual
·         Pertobatan: Paulus dapat mewartakan Tuhan dengan luar biasa setelah pertobatannya (lih. Kis 9:1-22). Diperlukan pertobatan secara terus menerus agar dapat mewartakan iman di facebook dalam kondisi rahmat. Hubungan yang baik dengan Tuhan memungkinkan penyampaian kebaikan Tuhan dengan lebih benar dan indah.
·         Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama: Dua perintah utama ini harus menjadi dasar dari karya kerasulan. Karya kerasulan bukan merupakan tujuan. Semua karya kerasulan hanyalah cara untuk mengasihi Kristus dan Gereja-Nya, yang diwujudkan dengan mengasihi sesama. Kecintaan kepada Kristus dan Gereja-Nya merupakan perwujudan kasih kepada Kristus secara keseluruhan. Kristus sebagai Mempelai Pria mengasihi Mempelai wanita-Nya, yaitu Gereja, hal yang sama juga penting dilaksanakan, yaitu mengasihi Gereja-Nya, Gereja Katolik dan seluruh umat Allah.
·         Berakar dalam Sakramen, Sabda Allah dan doa
·         Mohon rahmat kerendahan hati dan kebijaksanaan: Karya kerasulan lewat facebook perlu didasari dengan kerendahan hati. Kerendahan hati memungkinkan untuk menempatkan kebenaran yang diajarkan oleh Magisterium Gereja Katolik di atas pengertian pribadi; dan pada saat yang bersamaan mencoba dengan segala kekuatan untuk menerima kebenaran tersebut dengan sukacita dan menjalankannya dalam hidup harian. Mengetahui kebenaran adalah satu hal, namun menyampaikan kebenaran adalah hal yang berbeda. Perlu rahmat kebijaksanaan, sehingga kebenaran dapat disampaikan dengan tepat, hormat dan lemah lembut, tanpa mengorbankan kebenaran, namun justru memperkuat kebenaran yang disampaikan.
IV.1.2. Fondasi intelektual
·         Mempelajari iman Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja: Kesadaran bahwa karya kerasulan dalam dunia digital adalah untuk mewartakan Kristus dan Gereja-Nya, maka karya merasul harus digali dari sumber-sumber yang menjadi pilar kebenaran, baik Kitab Suci, Tradisi Suci maupun Magisterium Gereja. Dengan menggali dasar kebenaran tersebut secara terus-menerus, warta kebenaran akan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Gereja.
·         Mengikuti keputusan Magisterium: tahu benar apa yang sebenarnya diajarkan oleh Magisterium Gereja. Apa yang telah diputuskan oleh Magisterium Gereja merupakan kebenaran yang harus kita ikuti.
IV.2. Menentukan produk yang akan dijual
Ada begitu banyak produk yang beredar di facebook. Ada yang dishare lewat wall, ada juga lewat undangan acara, dan ada melalui iklan facebook. Kualitas produk yang dirasakan pelanggan akan menentukan persepsi pelanggan terhadap kinerja yang otomatis akan berdampak pada kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu. Mutu mempunyai dampak langsung pada prestasi produk dan dengan demikian kepuasan pelanggan. Bila produk jauh lebih rendah dari harapan pelanggan, pelanggan tidak puas. Bila prestasi sesuai dengan harapan. pembeli jasa merasa puas. Bila prestasi melebihi harapan, pembeli jasa merasa amat gembira. Pelanggan yang merasa puas akan membeli ulang dan mereka memberi tahu orang lain mengenai pengalaman baik dengan produk itu. Kuncinya adalah memenuhi harapan pelanggan. Pemasar yang cerdik mempunyai tujuan membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka serahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan. Pemasaran produk iman dalam facebook akan efektif dan efisien jika produk pewartaannya berkualitas. Kualitas produk iman ditentukan oleh kemampuan intelektual pewarta untuk menulis dan membuat produk yang kreatif. Pertama-tama pemasar produk perlu banyak belajar agar produk imannya bisa laku di pasaran. Tidak semua segi iman bisa dipasarkan sekaligus. Karena itu dalam share di facebook, perlu pula melihat jenis pewartaan apa yang akan dilakukan. Apakah renungan, ajaran Gereja, Dogma, riwayat hidup santo/santa, litugi, pastoral, apologetic, Maria, dll. Memilih satu konsentrasi pewartaan lebih efektif daripada memasarkan semua produk dengan kualitas seadanya. Pilih satu bagian dari pewartaan dan berkonsentrasi. Dengan cara itu pelanggan facebook akan tahu ke mana mau cari apa dari siapa. Konsentrasi pada pewartaan riwayat hidup santo dan santa misalnya akan memungkinkan pelanggan mengetahui bahwa untuk bisa mengetahui siapa sebenarnya Fransiskus Xaverius maka mereka akan masuk ke halaman atau group tersebut. Sambil menata pewartaan dalam satu group, maka untuk lebih mempercantik dan meluaskan jangkauan produk perlu pula memasukkan fitur lain dalam bidang produk yang dipilih, seperti memasukkan foto santo-santa atau membuat acara group produk yang bersangkutan. Tidak cukup hanya dengan mengandalkan kualitas produk utama namun pelayanan yang memuaskan juga perlu mendapat perhatian. Seperti halnya operator seluler bukan hanya menjual pulsa, tapi juga ringtone, sampai info ramalan nasib.

IV.3. Konsumen
            Ketika facebook dilihat sebagai suatu perkampungan global, maka di kampung tersebut terdapatlah 800 juta calon konsumen. Semuanya bisa menjadi konsumen dalam market religious. Akan tetapi penjualan produk iman perlu realistis. 800 juta user facebook menyebar di lebih dari 70 negara. Karena itu pemasaran bisa dilakukan dengan membuat pasar kecil sendiri dalam bentuk group atau halaman, bisa juga penjualan dari rumah sendiri (akun pribadi) lewat dinding pribadi atau menjual ke pasaran orang lain dengan produk iman yang sama. Intinya adalah agar para konsumen bisa merasakan kepuasan atas produk iman yang diungkapkan. Hal ini sesuai dengan perkataan Paus Benediktus XVI:[31] “Siapakah yang lebih baik dari seorang imam, yang sebagai abdi Allah dan melalui kemampuannya di bidang teknologi digital dapat mengembangkan dan menunaikan pelayanan pastoralnya, menghadirkan Allah secara nyata di dunia jaman sekarang dan menampakkan kebijaksanaan rohani masa lampau sebagai harta yang mengilhami usaha kita untuk hidup layak di masa kini sambil membangun masa depan yang lebih baik? Kaum laki-laki dan perempuan religius yang bekerja di bidang media komunikasi memiliki tangggjawab istimewa untuk membuka pintu bagi berbagai pendekatan baru, mempertahankan mutu interaksi manusia, menunjukkan perhatiannya bagi individu serta kebutuhan rohaninya yang sejati. Dengan demikian, mereka dapat menolong kaum laki-laki dan perempuan pada jaman digital ini untuk merasakan kehadiran Tuhan, menumbuhkan kerinduan dan harapan serta mendekatkan diri pada Sabda Allah yang menganugrakan keselamatan dan membangun manusia secara utuh. Dengan demikian, Sabda Allah dapat berjalan melintasi berbagai persimpangan yang tercipta oleh simpangsiurnya aneka ragam ‘jalan tol’ yang membentuk ‘ruang maya’ dan menunjukkan bahwa Allah memiliki tempat-Nya yang tepat pada setiap jaman, termasuk di jaman kita ini. Berkat media komunikasi baru, Tuhan dapat menapaki jalan-jalan perkotaan kita sambil berhenti di depan ambang rumah dan hati kita dan mengatakan lagi: Lihatlah, Aku berdiri de depan pintu dan mengetuk, Jika ada yang mendengar suaraku dan membukakan pintu, Aku akan masuk ke dalam rumahnya dan makan bersama dia dan dia bersama aku” (Why.3:20)
            Pewartaan melalui media social facebook menyerupai Yesus yang datang mengetuk hati setiap orang untuk menawarkan keselamatan. Pewarta sebagai marketer perlu pula datang ke rumah hati orang lain sambil menawarkan kebaikan dan kebenaran. Dalam rangka menjamin penerimaan para customer, maka penting bagi pewarta sebagai marketer untuk mengenal perilaku konsumen. Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan–tindakan tersebut. Terdapat tipe– tipe perilaku pembelian.
IV.3.1. Tipe-tipe perilaku konsumen
Tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli:
a. Pengalokasian budget
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian. Dalam kaitan dengan facebook, hal pertama ini sebenarnya berkaitan dengan pembahasan sebelumnya. Disebutkan bahwa alasan orang untuk menggunakan facebook sebagai jasa jejaring social adalah efisiensi dananya. Facebook tergolong murah. Orang bisa mengakses lewat hp dengan sisa pulsa Rp. 800. Pilihan orang cenderung menyisakan sisa dana pulza untuk mengakses facebook. Itu berarti bahwa jika merek iman yang dipasarkan itu memiliki kualitas, maka konsumen pasti akan menentukan budget keuangan untuk mengakses facebook. Harapannya adalah dia bisa menikmati, meluluskan kebutuhan dan memperoleh kepuasan mengenai produk yag dishare lewat group, halaman, atau status marketer (pewarta)
b. Membeli produk atau tidak
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri. Dalam facebook terdapat begitu banyak link religious. Boleh jadi bahwa ada satu produk iman dengan nama yang sama. Group pendalaman iman misalnya bisa ditemukan dalam link yang berbeda. Haya saja customer selalu melihat mana yang lebih berkualitas dan kemasan mana yang bagus. Ada produk iman yang berkualitas terjadi di facebook namun dengan penyajian yang kurang kreatif, sementara yang lain menyajikan isi yang berkualitas dengan kemasan yang baik. Pewartaan tentang masa adven misalnya ditulis dengan sangat memuaskan, elegan dan sederhana dengan penyajian gambar akan lebih laku di pasaran daripada hanya ditampilkan secara casual dan santai tanpa aksesoris. Penyajian merek jelasnya akan menentukan pilihan apakah akan dibeli atau tidak.
c. Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Hal ini perlu kejelasan dalam facebook. Di facebook misalnya ada group Mempertanggung-jawabkan Iman Katolik, Persahabatan Katolik, Bunda Maria. Perlu ada satu group yang menjadi tempat pemasaran regular. Memasukkan produk iman dalam Group Bunda Maria secara regular akan membuat setiap member group tersebut mengetahui produk yang dijual. Saat produk iman itu ditawarkan ke group tersebut maka member lain pasti akan mendapat pemberitahuan. Itulah uniknya facebook. Selalu ada pemebritahuan kepada sesame anggota group apabila suatu produk disajikan. Syaratnya di atas, penyajian produk perlu disertai citra diri positif. Dengan begitu kredibilitas penikmat dan pengkonsumsi akan selalu ditarik dan mencari kualitas iman yang dishare dalam facebook.
d. Keputusan atas merek dan gaya (brand and style)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli. Hal ini sesuai contoh di atas. Customer yang haus pasti akan mencari air untuk memuaskan kebutuhannya. Akan tetapi pilihan air mineral yang mana akan diambil tergantung pada cara pemasaran air tersebut menarik minat customer. Ada yang memilih Aqua, Ake, dll. Isi pewartaan dalam facebook harus memiliki karakteristik sendiri. Itu artinya bahwa hasil yang dijual harus merupakan luapan kreatifitas pribadi dalam merencanakan, membuat, menentukan kemasan secara kreatif dan memasarkannya. Produk iman yag hanya merupakan hasil copy-paste dalam facebook biasanya kurang mendapatkan respond dan tidak laku di pasaran global.


IV.3.2. Sifat dari perilaku konsumen yaitu:
1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih konsumennya. Dalam arti ini, pewartaan lewat facebook perlu pula disajikan secara berbeda. Biaya yang murah bukan jaminan bahwa produk tersebut akan selalu sukses di pasaran. Ada juga customer yang selalu mencari harga mahal karena kualitasnya memang bagus. Makan cekalang setiap hari pasti akan mengakibatkan efek jenuh. Karena itu perlu ada variasi menu agar efek jenuh itu bisa dihindari. Tampilan renungan misalnya tidak harus lewat tulisan panjang lebar setiap pemasaran produk, melainkan bisa lewat animasi power point atau film. Dengan cara itu customer bisa dimanjakan.

2. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya. Hal ini juga yang terjadi di facebook. Apabila produk iman yang disajikan memang berkualitas, maka produk tersebut pasti akan mengakibatkan pertukaran. Produk iman yang disajikan kemudian saling ditukar oleh para customer dengan pemanfaatan fitur share link. Andai video tentang Bunda Maria disajikan dengan sangat indah dan menyentuh hati, maka bisa dipastikan bahwa video tersebut akan dibagikan dari a ke b ke c, ke d, dan seterusnya. Begitu juga ketika customer lainnya menerima produk iman yang sama baiknya, maka akan ada share link dari d ke c ke b, dan ke a. Dengan cara itu pewartaan iman dalam facebook menyentuh kehidupan banyak orang.



IV.3.3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi dua bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.
IV.3.3.1. Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Psikografis, dan kepribadian
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Psikografis menekankan pada penjelasan mengapa produk tersebut dibeli. Di facebook ada satu group yang diberi nama Museum Kisah Cintaku. Di group tersebut para member adalah anak-anak muda. Yang selalu dibagikan di group tersebut adalah kisah cinta seseorang yang dimuseumkan. Anggotanya umumnya orang-orang sebaya. Umur yag mendekati, dan rata-rata belum menikah. Anggota group antusias karena situasi psikografis yang sama. Rata-rata para member memiliki karakter melankolis, sehingga ketika ada satu produk cinta yang dijua maka aka nada banyak komentar dari sesame anggota group. Begitu juga sebenarnya pewartaan iman dalam facebook akan sangat actual dan mengena dengan perhatian pada situasi psikografis. Perlu ada media pewartaan facebook sesuai gaya hidup, entah dalam kelompok dewasa, atau anak muda. Dengan cara itu, produk iman yang dijual bisa laku di pasaran karena ketepatan sasaran pewartaan. Sementara kepribadian dalam bidang pemasaran memiliki arti sebagai respon yang konsisten terhadap pengaruh lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya. Dengan pemikiran ini dimaksudkan bahwa pewartaan atau penjualan produk iman perlu pula memeperhatikan keunikan pribadi dan situasi psikolegi para customer. Penyajian pewartaan dalam jejaring social ini perlu pula dengan variasi yang menyegarkan lewat humor religious, cerita yang menyentuh, gaya cerita yang formal menyerupai keperibadian yang melankolis, sanguinis, dll
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk iman. Pertanyaan sekarang, masyarakat facebook saat ini membutuhkan apa? Alasan meningkatnya user facebook adalah pandangan bahwa facebook merupakan satu hiburan, pengisi waktu senggang, dan sarana perjumpaan antar teman. Di tengah motivasi konsumen tersebut, produk iman perlu pula memperhatikan segi hiburan. Dengan demikian, pengguna facebook bisa mendapatkan penghiburan rohani. Bukan saja karena komentar atas status mereka, melainkan bagaimana komentar tersebut menjadi tanda perhatian yang memunculkan keterikatan. Keterikatan yang mengarahkan mereka pada pencarian produk iman yang dipasarkan di facebook. Itu berarti bahwa motivasi mereka dialikan kea rah hiburan iman melalui cara marketer menjalin keterikatan relasi dengan sentuhan hati.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang ada di memori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah kangkung itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain. Orang juga bisa bertanya mengenai update renungan di facebook: renungan apakah itu? Apakah renungan tersebut memiliki nutrisi religious yang baik, dan apakah manfaat renungan tersebut bagi pengembangan hidup rohani?
4. Sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk iman. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk iman mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen. Saat ia sementara dalam bad mood, maka produk iman yang diedarkan pasti akan lewat begitu saja. Akan tetapi ketika rasa mood melihat da mencari sumber iman tersebut ada, maka dengan semangat ia akan masuk dan menyantap semua produk yang disajikan.

IV.3.3.2. Environmental Influences on Consumer Behavior
1. Budaya, etnisitas, dan kelas sosial
Etnisitas adalah suatu elemen penting dalam menentukan suatu budaya dan memprediksi keinginan dan perilaku konsumen. Perilaku konsumen adalah suatu fungsi dari perasaan etnisitas sebagaimana dengan identitas budaya, keadaan sosial, dan tipe produk. Hal ini begitu nampak dalam facebook. Tumbuhnya group-group pewartaan kadang-kadang sering terjadi karena pengaruh etnis. Group mempertanggung-jawabkan Iman Katolik mulanya juga tumbuh karena peranan etnis dan budaya. Susunan pengurus yang bertindak sebagai awam pada awalnya berasal dari kesamaan suku yang kemudian bisa berkembang karena ketekunan dan reguleritas pewartaannya. Group ini lalu tumbuh dengan begitu banyak anggota dan menjadi persekutuan kelompok Katolik sebagai tempat pewartaan berskala nasional. Sementara kelas sosial dapat didefinisikan sebagai divisi yang bersifat relatif permanen dan homogenus dalam suatu kumpulan sosial di mana individual atau keluarga saling bertukar nilai, gaya hidup, ketertarikan, kekayaan, status, pendidikan, posisi ekonomi, dan perilaku yang sama. Hal ini juga menentukan pemasaran produk iman. Harus ada pengetahuan awal kepada siapa suatu pewartaan dilakukan.  Dengan mengetahui kelas social yang ada bisa dipastikan bahwa produk yang dijual kena sasaran, dilihat sebagai kebutuhan, dan mendatangkan kepuasan customer. Mewartakan kabajikan Sta. Theresia dari Kalkuta misalnya akan sangat kena dalam hamper semua jenjang usia. Sementara pewartaan sederhana dalam bentuk cerita sederhana akan kena pada kelompok anak-anak remaja, seperti perhimpunan pelajar Katolik Indonesia.
2. Keluarga dan pengaruh rumah tangga
Secara ilmiah keluarga dapat diartikan sebagai sekelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang berhubungan darah, pernikahan, atau adopsi yang tinggal berdampingan. Sedangkan rumah tangga adalah semua orang, baik yang berelasi maupun tidak berelasi yang menempati sebuah unit rumah. Keluarga maupun pengaruh rumah tangga mempengaruhi sikap pembelian konsumen. Itu berarti bahwa karya pewartaan lewat facebook harus bisa menjama keseharian hidup berkeluarga. Keluarga Katolik sekarang sudah canggi da up to date. Penulis kebetulan mendirika satu group. Nama groupnya share your story. Group ini terbuka untuk siapa saja. Postingan di group berupa cerita-cerita menyentuh, baik karangan sendiri ataupun cerita orang lain yang indah dan menarik untuk kemudian dibagikan kepada yang lain. Di group tersebut terdapat member di mana ada satu keluarga/rumah-tangga yang saling berkomentar dan menunjukkan isi hati mereka. Mulanya ibu keluarga yang menjadi anggota group. Ia lalu menambahkan suami dan anak-anaknya. Dengan cara itu mereka banyak kali menanggapi bersama satu cerita yang beredar. Justru karena yang ditampilakan menyentuh, maka postingan cerita-cerita tersebut menjadi penting dalam kaitan dengan pastoral keluarga.
3. Kelompok dan pengaruh personal
Suatu perilaku konsumen tak lepas dari pengaruh kelompok dan personal yang dianutnya. Reference group adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi perilaku individu secara signifikan. Reference group dapat berupa artis, atlit, tokoh politik, kelompok musik, partai politik, dan tokoh agama. Secara pribadi, pembuatan group atau halaman oleh seorang imam misalnya mempengaruhi animo masyarakat untuk bergabung dan menikmati produk iman dalam ruang tersebut. Ada kepercayaan public dan ada perasaan senang karena ada gembala yang menuntun. Dalam facebook reference group mempengaruhi dalam beberapa cara. Pertama-tama reference group menciptakan sosialisasi atas individu. Dalam arti ini pola sikap seseorang bisa dipengaruhi oleh yang lain. Individu seakan-akan mengikuti irama komunitasnya. Member group Bunda Maria misalnya belajar kerendahan hati dari Maria, begitu juga postingan kerendahan hati dari para member mempengaruhi kelompok secara umum. Bukan saja dalam konteks group facebook secara maya, melainkan juga terjelma dalam hidup konkrit.

IV.3.4. Strategi Demi Kepuasan Konsumen
Berbicara mengenai strategi artinya juga berada dalam kondisi persaingan dengan kompetitor. Masing-masing berusaha menarik lebih banyak pelanggan demi kelangsungan usahanya. Dalam era persaingan bebas tidak ada satupun yang aman tanpa persaingan. Ada dua strategi yang menjadi dasar dalam menghadapi perilaku konsumen/pelanggan yaitu:
1. Strategi menyerang
Bersikap agresif dalam menjerat pelanggan, agresif dalam arti memiliki persiapan menyerang yang matang dan cukup kuat untuk menyerang. Produk iman misalnya sudah bagus tetapi strateginya kurang baik justru tidak akan mempengaruhi pasar. Caranya adalah menerapkan strategi ini:
·         Melakukan promosi atau advertisement yang menerangkan bahwa pewartaan yang dilakukan memiliki fasilitas pelayanan lebih baik dibanding sebelumnya. Banyak jalan untuk mempromosikan produk iman dalam facebook, misalnya lewat promosi group, halaman atau website.
·         Memberikan hadiah kepada pelanggan lama yang dapat membawa beberapa pelanggan baru. Produk iman di facebook pasti akan mendatangkan pelanggan. Produk yang dikelola dalam pasaran-pasaran yang disegmentasi dalam halaman, group atau dinding pribadi. Meariknya produk iman otomatis akan memuaskan kebutuhan pelanggan. Prinsip bahwa pembeli adalah raja perlu mendapatkan penekanan. Jika produk iman itu bagus dan mempengaruhi konsumen, maka bisa dipastikan bahwa pelanggan tersebut akan menambahkan konsumen baru dalam jumlah besar ke dalam group iman yang telah dibuat, atau mempromosikan halaman religious yang mereka rasakan sangat baik melalui dinding profil mereka. Dengan cara itu banyak orang akan masuk dalam jaringan pertemanan dan menjadi member dalam rumah pemasaran yag telah dibuat. Kepada pelanggan seperti itulah perlu dijaga relasi baik. Hadianya bukan dalam bentuk materi, melainkan lewat kerendahan hati untuk memberikan jempol pada status mereka, atau memberikan komentar untuk tetap menjaga kedekatan dengan pelanggan setia.
2. Strategi defensif atau bertahan
Strategi mempertahankan yang sudah ada, dilakukan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan yang dimiliki. Seperti:
·         Menyediakan beberapa fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan pelanggan. Misalnya memberikan tag gambar rohani kepada teman user facebook yang telah menjadi pelanggan, menandai mereka dalam artikel atau renungan baru yang dipasarkan. Dengan begitu mereka akan merasa diperhatikan.
·         Mengirimkan ucapan selamat pada hari ulang tahun da hari-hari besar keagamanan bagi pelanggan setia dan pelanggan baru yang menjadi sasaran pemasaran produk iman.

IV.3.5. Mengukur Kepuasan Konsumen
Produk iman yang dipasarkan dalam facebook diharapkan bisa memberikan kepuasan bagi pelanggan. Akan tetapi agak sulit kalau harus berandai-andai apakah konsumen puas atau tidak? Justru karena itu maka perlu ada inisiatif dari marketer untuk meneliti kepuasan pelanggan sambil juga meminta saran dari mereka untuk meningkatkan pelayanan. Alat untuk menelusuri/mengukur kepuasan pelanggan/konsumen dalam facebook bisa dilakukan dengan menggunakan metode berikut:
1. Sistem keluhan dan saran
Media keluhan dan saran dalam facebook bisa dilakukan lewat fitur pesan, bisa juga pertanyaan langsung dalam group atau wall pribadi. Semua bisa terlaksana apabila ada pengarahan langsung dari marketer (pewarta) untuk membuka keluhan dan saran atas produk iman yang disajikan. Saran itu penting untuk kemajuan dan menambah kreativitas pewartaan dalam media social tersebut.
2. Survei kepuasan pelanggan
Dalam facebook ada fitur pertanyaan yang bisa digunakan untuk menanyakan kepuasan pelanggan atas produk iman yang dipasarkan. Dengan menggunakan fitur tersebut akan kelihatan apakah customer benar-benar menikmati dan membutuhkan produk iman yang disajikan. Itulah yang menjadi alat bantu untuk melakukan survey dalam jejaring social ini.
3. Analisis pelanggan yang hilang
Hal ini bisa dilakukan dengan menghubungi kembali kustomer yang beralih kepada produsen produk iman lainnya. Dia bisa saja tetap menjadi anggota group atau teman dalam jaringan, akan tetapi apakah ia masih menikmati pelayanan yang dilakukan atau tidak. Pelanggan yang sebelumnya selalu antusias justru sekarang menghilang dan beralih ke marketer lain. Cari tahu apa alasannya dan di situ akan kelihatan bahwa produk iman yang disajikan sebetulnya membutuhkan inovasi baru.

IV.4. Menciptakan Pasar
            Produk iman bisa saja dipasarkan melalui wall pribadi dan bisa juga lewat wall teman dalam jaringan facebook, atau bisa juga menjadi marketer dalam pasaran produk iman orang lain. Akan tetapi jika mau serius dalam pewartaan facebook, maka bagus jika ada pasaran yang telah disegmentasi menurut minat dan kelompok social keagamaan. Dua hal yang bisa dilakukan adalah membuat group religious dan membuat halaman.

IV.4.1. Facebook Fun Page
Facebook fun page menunjukkan bahwa yang ada adalah marketer tunggal atau pewarta iman tunggal. Penggemar hanya bisa memberikan “like” atau “komentar”, dan tidak bisa posting cerita iman atau renungan atau ajaran gereja lainnya. Justru karena itu maka marketer produk iman perlu memiliki waktu yang banyak dan keseriusan dalam pengelolaan. Cara membuat facebook page atau fan page sangatlah mudah. Tujuannya untuk promosi dan pengajaran iman, anggota dalam pages disebut sebagai fans, nama admin tidak diperlihatkan, dapat menambahkan aplikasi, terdapat fitur untuk memonitor jumlah pengunjung pages, dan memiliki status update yang akan muncul di halaman update para fans, ddmin dapat mengirimkan pesan ke semua fans berapapun jumlah fans-nya. Ini sebenarnya untuk mencari penggemar atau pelanggan yang lebih banyak atas produk iman yang dipasarkan. Ada beberapa komponen yang penting dalam membuat fan page atau facebook page, antara lain:
·         Kelengkapan informasi di dalam facebook page, hindari membuat facebook page yang asal jadi, karena hal itu akan sangat merusak reputasi produk iman yang dibangun. Bagaimanapun facebook page atau fans page ini merupakan representasi pewartaan, jadi harus selengkap mungkin informasinya.
·         Kebiasaan dalam mengisi form-form di web jangan terbawa dalam mengisi form di facebook page. Misalnya sudah menjadi rahasia umum ketika akan membuat email dengan pengisian yang asal-asalan dan jarang mengisi form yang sifatnya pilihan. Dalam Facebook page jangan sampai hal itu terjadi. Isilah form-form isian selengkap mungkin, dan seinformatif mungkin sehingga pengunjung akan menemukan banyak informasi yang lengkap di facebook page tersebut.
Cara membuat facebook page atau sering juga disebut sebagai halaman bisnis ini sangatlah mudah semudah pendaftaran facebook itu sendiri. Kustomisasi yang perlu dipelajari lebih lanjut. Banyak perusahaan kelas atas yang mendulang customer lewat facebook page. Contohnya adalah fun page Yamaha yang mendapatkan ribuan penggemar. Cara pembuatannya sangat muda, sebagai berikut:
·         Pertama, harus terdaftar sebagai pengguna Facebook.
·         Kedua, setelah login ke akun facebook, silakan buka create facebook page.
·         Ketiga, pilih sesuai dengan jenis fans page. Ada enam kategori fans page yaitu Tempat atau Bisnis Lokal; Perusahaan, Organisasi, atau Institusi; Merek atau Produk; Artis, Band, atau Tokoh Masyarakat; Hiburan; Perjuangan atau Komunitas. Karena yang akan dibuat adalah halaman rohani, maka pilih komunitas.
·         Pilih sesuai dengan jenis fans page yang akan dibuat. Isi nama fans page dan beri centang untuk ketentuan halaman dan klik “Mulai”.
·         Selanjutnya masukkan gambar fans page dengan klik “unggah gambar”. Jika sudah selesai, klik lanjutkan.
·         Kemudian bisa undang teman untuk bergabung di fans page facebook tersebut, lalu Klik “lanjutkan”.
·         Kemudian tuliskan informasi umum mengenai halaman fans tersebut. Klik lanjutkan.
·         Selesai. Fans page anda di facebook sudah jadi.
Contohnya: Berita Katolik, Tradisi Katolik, Kalender Liturgi Katolik, Vatikan.

IV.4.2. Facebook Group
Tujuan group adalah membentuk suatu komunitas. Komunitas pewartaan. Anggota dalam group disebut member. Itu berarti bahwa semua member menjadi sasaran pewartaan.  Di sini kejelasan nama admin ditunjukkan. Dalam menambah anggota group tidak perlu persetujuan orangnya, akan  tetapi perlu kehati-hatian  jangan sampai orang marah karena penambahan mereka ke dalam group tanpa kejelasan dan tidak ada kaitannya dengan group tersebut. Agar anggotanya bertambah, maka cara paling mudah adalah meminta anggota group secara ikhlas dan sadar untuk saling menambah anggota group dari daftar teman mereka. Dengan itu, anggota yang dimasukkan ke dalam grup lebih variatif dan terdapat orang-orang baru. Itu tentu saja dilakukan dengan memperhatikan catatan group. Tidak mungkin memasukkan penganut Islam dalam group katolik yang dikelolah secara tertutup. Dalam group, admin bisa mengirim pesan  ke semua anggota,  dan pesan  itu akan masuk ke inbox facebook. Hebatnya lagi pesan itu masuk juga ke inbox email dari anggota group. Batasannya adalah 5000 member. Jika ada10 group yang dikelolah, berarti 10 X 5000 = 50.000.  Bisa dikirim pesan ke 50.000 orang dengan mudah. Pesan tersebut tidak menjadi spam karena para anggota masuk dengan sukarela. Suatu grup di facebook akan hidup jika dikelolah dengan baik. Pengelolaan secara pribadi bisa dilakukan, akan tetapi bagus kalau ada pengurus group. Itu juga supaya pendiri group memiliki rekan kerja, dan supaya pengelolaan bisa terlaksana dengan baik,. Berkaitan dengan itu, ada beberapa tugas yang biasanya dilaksanakan oleh badan pengurus (admin), yaitu:
·         Membuat opini, menciptakan suasana dialogis yang kontinyu dan konsisten dengan  mengangkat tema yang sedang berkembang dalam Gereja atau penyajian ajaran Gereja lainnya.
·         Selalu mengunjungi group setiapkali on line di Facebook.
·         Melihat dan mencermati setiap kiriman dari anggota,sekaligus memberi komentar dan mengedit posting yang ada
·         Mengundang teman dan menyarankan teman agar bergabung di group yang diikutinya sesuai jenis dan klasifikasi group
Cara membuat group:
·         Buka www.facebook.com di browser kemudian login dengan email dan password
·         Masuk  di menu home
·         Kemudian di kotak Applications (posisinya ada di sebelah kanan) klik menu Groups
·         Setelah menu groups terbuka kemudian klik Create a New Group
·         Setelah itu isi formulir group dan  klik Create Group : Keterangan :Hanya diwajibkan mengisi kotak Group Name, Network, Description dan Group Type, selebihnya boleh kosongkan, tetapi apabila ingin isi juga tidak apa-apa.
o   Group Name : Isikan dengan nama group
o   Network : Pilih network apakah hanya network facebook Indonesia saja atau Global
o   Description : Tuliskan deskripsi dari group facebook yang akan dibuat
o   Group Type : Pilih salah satu Tipe group yang kira-kira sesuai dengan group yang akan anda buat (lihat gambar dibawah)
·         Langkah selanjutnya adalah kostumisasi group, disini dapat diupload gambar untuk group, URL website bila ada website, option dan hak akses group. a. Upload Picture: Pilih gambar atau logo group yang akan dimasukan ke dalam group, b. Website: masukan URL website jika ada, c. Option (Show related groups: Apabila pilihan ini dicentang otomatis setelah group facebook selesai dibuat maka akan ada link group facebook lain yang sesuai dengan group tersebut; Show related events: Pilihan ini akan menampilkan event-event yang ada di group facebook yang lain; Enable discussion board: Apabila anggota group facebook dapat berdiskusi centang pilihan ini; Enable the Wall: Apabila anggota group facebook diperbolehkan menggunakan wall centang pilihan ini; Enable photos: Pilih Allow all members to upload photos apabila mengijinkan anggota group mengirim photo; Enable videos: Pilih Allow all members to upload videos apabila mengijinkan anggota group mengirim video; Enable links: Pilih Allow all members to post links apabila mengijinkan anggota group mengirim URL link suatu website). Untuk hak akses group diberikan 3 pilihan: a. This group is open: Pilihan ini memberikan siapa saja dapat secara langsung join di group; b. This group is closed: Pilihan ini setiap anggota yang ingin bergabung harus melalui persetujuan administrator (pembuat group); c. This group is secret: Apabila memilih pilihan ini otomatis group tidak akan terlihat di menu pencarian group, dan hanya anggota yang di invite yang bisa masuk ke group ini.
·         Setelah selesai klik menu Save, atau apabila ingin melewati halaman pengisian kostumisasi group maka dapat pilih Skip
·         Setelah itu akan keluar pilihan apakah group ingin dipublikasikan di facebook. Apabila iya maka klik Publish.
·         Langkah selanjutnya adalah ijin untuk invite atau mengundann teman untuk bergabung di group yang baru saja dibuat:
ü  Centang nama teman yang akan diundang untuk bergabung di group
ü  Setelah dicentang otomatis akan keluar formulir undangan berisi teman-teman yang diundang, kemudian bisa isi dengan kata-kata undangan di personal message (Personal Message dapat dikosongkan). Lalu klik send invitation
·         Finish group facebook selesai dibuat
Demikian, dan kini tersedia dua pasaran produktif untuk produk iman.






BAB V
PENUTUP

            Facebook saat ini memang telah menjadi jejaring social yang mendunia. Akan tetapi pewartaan akan tetap berlangsung tanpa media ini. Pelayanan pastoral akan lebih terasa dengan mengunjungi umat terisolir lewat kuda atau roda sapi. Umat lebih memerlukan kehadiran langsung pelaku pastoral, imam, biarawan/I, dan semua yang menaru perhatian pada pewartaan kabar keselamatan. Realitas nyata lebih penting daripada dunia maya. Namun pantas ditegaskan pula bahwa inkarnasi sabda selalu menyesuaikan dengan jaman. Umat manusia hari ini berada dalam era digital. Karena itu pantas pula kalau media komunikasi yang ada dimanfaatkan untuk menjaring penikmat aneka-macam produk bermerek dan mendunia tersebut. Facebook ada sebagai penemuan umat manusia untuk menjalin pertemanan global. karena itu sangat terpujilah jika pertemanan dan jalinan relasi dalam jejaring tersebut diberikan muatan religious lewat pewartaan iman Gereja. Itu juga untuk menjaga pengikisan nilai kristiani akibat pengaruh media. Perlu ada pemerhati media yang mau membawa kawanan yang mulai liar di luar kandang untuk kembali merasakan kasih dalam hidup kristiani. Facebook menjadi pelengkap pewartaan, dan bukan sama sekali menggantikan pastoral langsung, pelayanan sakramen, doa, dll. Gunakanlah facebook secara bertanggung-jawab dan bijaksana.















DAFTAR BACAAN

Pesan Bapa Suci Benediktus XVI pada hari komunikasi sedunia ke-44, 16 Mei 2010 2010: Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda
Pesan bapa Suci Benedictus  XVI pada Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Kebenaran, Pemakluman dan Kesejatian Hidup di Jaman Digital, Vatikan 24 Januari 2011 pada Pesta St,Fransiskus de Sales
Surat Gembala Sri Paus Paulus VI,  Gereja dan Komunikasi Sosial, pada Hari Komunikasi se-Dunia yang pertama, Minggu 7 Mei 1967
Konferensi Waligereja Indonesia, Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese, Jakarta, 17 November 2011
Dokumen KV II, Intermirifica.
Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta: Rajawali Pers, 2000
Moleong L, Metodelogi Penelitia Kualitatif, Badung: Remaja Rosdakarya, 1990
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jakarta: Salemba Empat, 1995
F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr, Berpastoral dengan Multimedia: Peluang dan Strategi Pastoralnya, dalam:
Pewartaan Kristus di Zaman Digital dengan Semangat Rasul Paulus, dalam: http://katolisitas.org/2011/10/23/pewartaan-kristus-di-zaman-digital-dengan-semangat-rasul-paulus/
Tri Wahono, Rata-rata Pengguna Facebook Indonesia Paling Muda di Dunia, (Kompas, Kamis, 7 April 2011)
http://www.facebook.com/press/info.php?statistics
http://www.forumkami.net/fb/10625-ulama-jatim-haramkan-facebook-paus-gunakan-facebook-ajak-remaja-ke-gereja.html
Kronologi: http://www.facebook.com/press/info.php?timeline
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
http://www.imankatolik.or.id/berpastoral_dengan_multimedia_peluang_dan_strategi_pastoralnya.htm
http://www.facebook.com/groups/imankatolik/
http://www.facebook.com/groups/72892878718/
http://www.facebook.com/groups/BundaAllah/
http://www.facebook.com/groups/173382939374959/
http://www.facebook.com/group.php?gid=14036821236&ref=ts
http://www.facebook.com/groups/143752565717035/





[1] http://www.facebook.com/press/info.php?statistics
[2] http://www.forumkami.net/fb/10625-ulama-jatim-haramkan-facebook-paus-gunakan-facebook-ajak-remaja-ke-gereja.html
[4] Bdk. Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta: Rajawali Pers, 2000, hlm. 47-49

[7] Konferensi Waligereja Indonesia, Pesan Pastoral Sidang KWI 2011 tentang Katekese, Jakarta, 17 November 2011
[8] Pewartaan Kristus di Zaman Digital dengan Semangat Rasul Paulus, dalam: http://katolisitas.org/2011/10/23/pewartaan-kristus-di-zaman-digital-dengan-semangat-rasul-paulus/
[9] Dokumen KV II, Intermirifica.
[10] Surat Gembala Sri Paus Paulus VI,  Gereja dan Komunikasi Sosial, pada Hari Komunikasi se-Dunia yang pertama, Minggu 7 Mei 1967

[11] PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA ke-44 – 16 MEI 2010 Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda
[12] BenedictusPP XVI, Pesan Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Kebenaran,Pemakluman dan Kesejatian Hidup di Jaman Digital, Vatikan 24 Januari 2011 pada Pesta St,Fransiskus de Sales
[13] F.X. Didik Bagiyowinadi, Pr, Berpastoral dengan Multimedia: Peluang dan Strategi Pastoralnya, dalam: http://www.imankatolik.or.id/berpastoral_dengan_multimedia_peluang_dan_strategi_pastoralnya.htm

[14]Statistic: http://www.facebook.com/press/info.php?statistics
[15] Jumlah penduduk dunia (13 September 2010) menurut IDB (International Data Base) Biro Sensus Amerika Serikat, divisi populasi adalah : 6.868.638.152 jiwa (www.un.org)
[16] Tri Wahono, Rata-rata Pengguna Facebook Indonesia Paling Muda di Dunia (Kamis, 7 April 2011)
[17] Kronologi: http://www.facebook.com/press/info.php?timeline
[18] Sharing Pst. Revi Tanod di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng pada bulan Oktober.
[19] Lht. http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html

[20] Respon yang diungkapkan dalam tulisan ini sudah diedit. Itu karena banyaknya singkatan kata, juga banyak jawaban yang mirip. Ada kalimat yang diperjelas dan ada tanggapan  sama yang dihapus.
[21] Lht. http://www.imankatolik.or.id/berpastoral_dengan_multimedia_peluang_dan_strategi_pastoralnya.htm
[22] http://www.facebook.com/groups/imankatolik/
[23] http://www.facebook.com/groups/72892878718/
[24] http://www.facebook.com/groups/BundaAllah/
[25] http://www.facebook.com/groups/173382939374959/
[26] http://www.facebook.com/group.php?gid=14036821236&ref=ts
[27] http://www.facebook.com/groups/143752565717035/
[28] BenedictusPP XVI, Pesan Hari Komunikasi Sedunia ke-45, Kebenaran,Pemakluman dan Kesejatian Hidup di Jaman Digital, Vatikan 24 Januari 2011 pada Pesta St,Fransiskus de Sales
[29] id.wikipedia.org
[30] http://katolisitas.org/2011/10/23/pewartaan-kristus-di-zaman-digital-dengan-semangat-rasul-paulus/
[31] PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI PADA HARI KOMUNIKASI SEDUNIA ke-44 – 16 MEI 2010: Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru demi Pelayanan Sabda Vatikan, 24 Januari 2010, Pada Pesta Santo Fransiskus de Sales.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar