Rabu, 05 Oktober 2011

YOHANES PEMBAPTIS; PENDAHULUAN 1 (John the Baptist)



KATA PENGANTAR

            Pengkhotbah mengatakan: “Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati” (Pkh. 7:8). Kata-kata tersebut kurang lebih bisa mewakili apa yang saya rasakan saat ini, khususnya penyelesaian karya tulis ini menyadarkan saya bahwa segala sesuatu memang harus dihadapi dengan kesabaran. Dengan cara itu, kita akan sampai pada suatu akhir yang lebih baik dan indah. Kebaikan dan keindahan itu adalah rahmat dari Allah. Karena itu seperti Pemazmur adalah pantas kalau penulis berkata: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau” (Mzm. 16:2). Bahwa Tuhanlah yang menuntun sampai pada penyelesaian karya tulis ini. Namun disadari pula bahwa kebaikan Tuhan sebetulnya terungkap lewat perhatian dan cinta banyak orang.
            Satu kata yang pantas terucap adalah: “Terima kasih”. Secara khusus saya menyampaikan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing skripsi ini, yaitu Pst. Dr. I Made Miasa, SS., yang telah mengarahkan, membimbing, dan memberikan banyak pencerahan dalam penyelesaian karya tulis ini. Terima kasih pula disampaikan kepada STF-SP dan seluruh Civitas Akademika, baik itu para dosen, karyawan, dan teman-teman mahasiswa yang telah membantu, mendukung, dan berjalan bersama-sama dalam rangka menapaki pendidikan sebagai calon imam di lembaga ini. Hal yang sama disampaikan kepada keluarga besar Komunitas Diosesan Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng, yaitu para staf pembina, karyawan dan teman-teman frater atas segala perhatian dan dukungan. Pantas pula kalau saya menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang dengan cara mereka masing-masing telah memberikan dukungan secara penuh baik moril maupun materil dalam rangka mengupayakan terselesainya karya tulis ini, khususnya orang tua, keluarga dan mereka yang begitu dekat dengan saya (kel. Londok Rattu, kel. Kapoyos Endo, kel. Rompis Saroinsong).
            Ada ungkapan bahwa manusia itu diciptakan baik adanya dan bukan sempurna adanya. Sadar akan hal tersebut, bagus dikatakan kalau karya tulis ini memang tidak sempurna sesuai dengan keberadaan penulisnya. Ada banyak kekurangan di sana-sini, dan masih banyak bagiannya yang miskin. Karena itu saya dengan penuh keterbukaan menerima segala kritikan dan masukkan dalam rangka perbaikannya.
            Dengan segala kelebihan dan kekurangan, saya berharap semoga karya tulis ini berguna bagi mereka yang membacanya, khususnya yang merindukan pengenalan tentang Tuhan. Bahwa dengan membaca skripsi ini, orang bisa belajar dari Yohanes Pembaptis untuk lebih mengenal dan mengatakan sesuatu tentang Tuhan, sehingga sama seperti Yohanes Pembaptis, kita juga bisa mengatakan kepada orang lain: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Yohanes Pembaptis memang mewartakan tobat sebagai jalan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Demikian juga dengan bertobat, kita bisa dekat dan mampu menyatakan sesuatu tentang Tuhan yang selalu memberikan pengampunan kepada kita.




PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Penulisan
            Kitab Suci menghadirkan banyak tokoh. Para tokoh tersebut hadir dengan kekhasan mereka masing-masing. Ada yang tampil sebagai raja, hakim, imam, orang berdosa, orang benar, orang sakit, anggota religius tulen, pendoa, utusan, atau juga nabi. Mereka diceritakan dalam kaitan dengan sejarah keselamatan Allah, entah mereka itu tampil sebagai figur positif dalam kerangka keselamatan atau justru sebaliknya hadir sebagai orang-orang bengkok yang menjadi sasaran penyelamatan. Salah satu tokoh yang hadir dalam Kitab Suci adalah Yohanes Pembaptis. Ia adalah tokoh yang besar. Tidak heran kalau ia mendapatkan tempat yang sangat signifikan dalam Kitab Suci, teristimewa dalam Perjanjian Baru (PB).
            Dalam PB, terutama Injil dan Kis., Yohanes Pembaptis dikisahkan secara lengkap mulai dari pengandungan, kelahiran, pertumbuhan, karya publik, penangkapan, kematian dan penguburannya.[1] Ia lahir dari lingkungan imam. Ayahnya, Zakharia adalah seorang imam, begitu juga ibunya, Elizabeth berasal dari keturunan Harun. Namun Yohanes Pembaptis ternyata tidak tampil sebagai imam. Ia justru tampil sebagai pewarta. Ia mewartakan pertobatan dan pemberitaan tentang kedatangan Tuhan. Ia ternyata juga sudah tersirat dalam nubuat PL. Dialah utusan yang disebut dalam Mal. 3:1 sebagai perintis kedatangan Tuhan. Sebagai utusan ia sudah dikhususkan oleh Allah. Ia bahkan adalah tokoh dalam komunikasi antara Allah sebagai Bapa dan Yesus Kristus, Anak-Nya, sehingga peranannya memang sangat penting dalam sejarah keselamatan Allah. Hal itu menempatkan Yohanes Pembaptis sebagai tokoh yang istimewa. Keistimewaannya itu terungkap pula dalam rentetan perayaan liturgis Gereja. Ia adalah satu-satunya tokoh di samping Yesus yang kelahiran dan kematiannya dirayakan secara liturgis dalam bentuk hari raya dan peringatan. Kelahirannya dirayakan pada tanggal 24 Juni, sementara kematiannya diperingati setiap tanggal 29 Agustus. Keistimewaan-keistimewaannya itu membuat penulis bertanya: “Siapa sebenarnya Yohanes Pembaptis sehingga ia mendapatkan tempat istimewa dalam Kitab Suci dan dalam perayaan liturgis Gereja?”
            Pertanyaan tersebut merupakan langkah awal dalam penelurusan lebih lanjut mengenai Yohanes Pembaptis dalam Kitab Suci. Itu berarti bahwa tokoh inilah yang menjadi pusat penulisan skripsi ini.

2. Fokus Penulisan
            Berdasar pada latar belakang di atas, maka konsentrasi penulisan karya tulis ini adalah Yohanes Pembaptis. Namun mengingat porsi penempatan tokoh ini dalam keseluruhan Kitab Suci begitu luas, maka penulis membatasi penelusuran ilmiah tokoh ini pada Mrk., khususnya Mrk. 1:2-9. Dengan menelusuri teks ini diharapkan bahwa penulis bisa mendapatkan informasi yang memadai mengenai Yohanes Pembaptis dan memberikan pengenalan tentang siapa sebenarnya orang ini.
            Kendati demikian, penulis menyadari bahwa semua penceritaan mengenai Yohanes Pembaptis dalam keseluruhan Kitab Suci memiliki benang merahnya. Yang merupakan benang merah atau penghubung semua bagian itulah bahwa Yohanes Pembaptis ditampilkan sebagai tokoh penting dalam rencana penyelamatan Allah, secara khusus pewartaannya tentang tobat sebagai jalan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Karena itu, teks-teks lain dalam keseluruhan Kitab Suci juga akan mendapat perhatian sejauh tidak melebar dari penelusuran utama studi ini, yaitu Mrk. 1:2-9. Singkatnya, teks-teks lain dijadikan sebagai sarana pendukung dari teks yang dimaksud.
            Tanpa mengabaikan penulisan Mrk. dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, penulis menelusuri Mrk. 1:2-9 sebagai konsentrasi studi dengan menggunakan Kitab Suci terjemahan Indonesia, yaitu Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 1997 sebagai instrument kerja. Penulis secara jujur mengakui keterbatasan akan ketidakmampuan dalam bahasa asli Mrk.

3. Metode dan Sistematika Penulisan
            Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode kepustakaan. Penulis pertama-tama menelusuri sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan Yohanes Pembaptis. Setelah penelusuran pustaka, penulis kemudian berupaya menggali Mrk. 1:2-9 secara ilmiah dengan menggunakan metode diskriptif-analitik. Mula-mula penulis menganalisa teks sebagai suatu narasi. Sebagai satu tulisan naratif, teks Mrk. 1:2-9 sama seperti keseluruhan Mrk. merupakan teks dengan jenis sastra Injil di samping ciri khusus teks tersebut sebagai suatu pemberitaan. Itu berarti bahwa teks tersebut pertama-tama merupakan penonjolan tentang Yesus Kristus sebagai tokoh utama dalam Injil sebagai suatu sastra tersendiri. Namun demikian, Yohanes Pembaptis sebagai tokoh utama dalam teks yang dibahas tetap mendapatkan penonjolan karena ia hadir sebagai perintis Yesus Kristus. Kehadirannya terarah pada Yesus Kristus.
            Selanjutnya, setelah melihat posisi Yohanes Pembaptis dalam kaitan dengan unsur-unsur naratif, bahwa Mrk. 1:2-9 terutama merupakan teks yang menceritakan tokoh yang dimaksud, maka pengenalan lebih mengenai tokoh ini digambarkan secara memadai lewat penafsiran setiap ayat. Penafsiran setiap ayat itu membantu dan membuka jalan lebih mulus dalam menganalisa kedalaman tokoh ini, khususnya dalam kaitan dengan aspek teologis kehadirannya.
            Dalam kaitan dengan metode yang terungkap di atas, penulis membagi karya tulis ini dalam tiga bab. Pembagian tersebut tentu saja dengan memperhatikan sistematika yang tepat, mengena dan perhatian pada keterjalinan antar bab. Pembagiannya sebagai berikut:
            Bab I. YOHANES PEMBAPTIS DALAM MARKUS 1:2-9. Bab ini secara khusus menyoroti pengisahanYohanes Pembaptis dalam teks yang dimaksud. Tokoh ini dikisahkan dalam bentuk cerita. Karena itu penulis menggunakan kritik naratif sebagai instrument untuk menggali posisi Yohanes Pembaptis seperti tersaji dalam teks. Kritik naratif tersebut mencakup penemuan unsur-unsur naratif dalam teks, baik itu pembatasan, konteks, isi narasi, dan gaya penceritaan. Unsur-unsur tersebut pada akhirnya menempatkan Yohanes Pembaptis sebagai tokoh yang kehadirannya ternyata diperjelas dengan kaidah sastra yang tepat, yaitu pemberitaan langsung kehadirannya dalam sastra Injil.
            Bab II. IDENTITAS DAN ISI PEWARTAAN YOHANES PEMBAPTIS. Dalam bab kedua ini dikemukakan deskripsi tentang identitas dan isi pewartaan Yohanes Pembaptis. Pengenalan akan identitas dan isi pewartaannya digali dengan menafsirkan setiap ayat yang dimaksud. Dengan penafsiran setiap ayatnya, maka yang diharapkan adalah pengenalan sejelas mungkin mengenai tokoh ini. Di sini akan ditemukan bahwa setiap ayat, bahkan kata-katanya memiliki makna yang mendalam dan penting sebagai pengenal bagi tokoh ini.
            Bab III. YOHANES PEMBAPTIS DAN PEMENUHAN JANJI ALLAH. Ternyata kehadiran Yohanes Pembaptis merupakan kehendak Allah dalam rangka menyiapkan kehadiran Anak-Nya di dunia sebagai manusia. Bab ketiga ini merupakan pemadatan dari apa yang terungkap dalam bab pertama dan kedua. Bahwa ternyata terdapat orientasi teologis di balik penceritaan Markus mengenai tokoh ini. Ia secara teologis mengingatkan kembali apa yang dijanjikan Allah, tetapi lewat dia pula Allah menunjukkan bahwa janji-Nya pasti akan dipenuhi. Karena itu kehadiran Yohanes bisa dipahami sebagai pemenuhan janji Allah kepada Yesus Kristus Anak-Nya mengenai utusan yang akan merintis jalan Tuhan.
           
4. Tujuan Penulisan
            Penulis menyusun skripsi ini dengan beberapa tujuan:
  1. Mengembangkan kecintaan terhadap Kitab Suci
  2. Belajar menganalisa teks-teks Kitab Suci
  3. Mengetahui lebih dalam identitas dan isi pewartaan Yohanes Pembaptis
  4. Mencermati posisi Yohanes Pembaptis dalam rencana penyelamatan Allah.


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING......................................................... ii   
HALAMAN PENERIMAAN PANITIA UJIAN...................................................... iii
MOTTO DAN DEDIKASI........................................................................................ iv
KATA PENGANTAR................................................................................................. v
DAFTAR SIGLA                                                                                                       . vi
DAFTAR ISI                                                                                                              viii

PENDAHULUAN....................................................................................................... 1
1. Latar Belakang Penulisan......................................................................................... 1
2. Fokus Penulisan........................................................................................................ 2
3. Metode dan Sistematika Penulisan........................................................................... 2
4. Tujuan Penulisan....................................................................................................... 4
BAB I. ANALISA NARATIF ATAS  INJIL MARKUS 1:2-9................................. 5
Pengantar   ................................................................................................................... 5
I.1. Delimitasi .............................................................................................................. 6
I.1.1. Jenis sastra........................................................................................................... 6
I.1.2. Beberapa indikasi perubahan............................................................................... 8
I.1.2.1. Presentasi teks ditandai oleh perubahan tokoh................................................ 8
I.1.2.2. Padang gurun sebagai keterangan tempat pertama dalam Mrk........................ 9
I.2. Tempat teks dalam konteks.................................................................................. 10
I.2.1 Konteks umum................................................................................................... 10
I.2.2 Konteks khusus.................................................................................................. 11
I.2.2.1. Teks yang mendahului.................................................................................... 12
I.2.2.2. Teks yang mengikuti...................................................................................... 12
I.3. Isi narasi............................................................................................................... 12
I.3.1. Tokoh-tokoh...................................................................................................... 12
I.3.1.1. Tokoh dinamis dan tokoh statis..................................................................... 14
I.3.1.2. Tokoh flat, round, dan agen........................................................................... 15
I.3.1.3. Fungsi tokoh................................................................................................... 15
I.3.1.4. Cara tokoh ditampilkan.................................................................................. 16
I.3.2. Latar ................................................................................................................. 16
I.3.2.1. Latar waktu.................................................................................................... 17
I.3.2.2. Latar tempat................................................................................................... 18
I.3.2.3. Latar sosial..................................................................................................... 19
I.3.3. Plot   ................................................................................................................. 19
I.4. Cara isi diceritakan............................................................................................... 22
I.4.1. Gaya penceritaan............................................................................................... 22
I.4.1.1. Ditampilkan secara cepat, ringkas dan hidup................................................. 22
I.4.1.2. Kutipan dan Nubuat....................................................................................... 23
I.4.1.3. Repetisi........................................................................................................... 24
I.4.2. Narator.............................................................................................................. 25
I.4.3. Pembaca tersirat................................................................................................ 26
I.4.4. Sudut pandang.................................................................................................. 27
I.5. Divisi teks............................................................................................................. 28
I.6. Kesimpulan........................................................................................................... 29
BAB II. IDENTITAS DAN PEWARTAAN YOHANES PEMBAPTIS................ 30
Pengantar   ................................................................................................................. 30
II.1. Siapa Yohanes Pembaptis................................................................................... 30
II.1.1.Yohanes Pembaptis adalah utusan.................................................................... 30
II.1.1.1. Arti Utusan dalam Perjanjian Lama.............................................................. 31
II.1.1.2. Yohanes Pembaptis sebagai utusan.............................................................. 32
II.1.2. Yohanes Pembaptis adalah suara orang yang berseru-seru di padang
gurun          ................................................................................................................. 33
II.1.2.1. Persiapkanlah jalan bagi Tuhan..................................................................... 34
II.1.2.2. Luruskanlah jalan-Nya.................................................................................. 34
II.1.3. Yohanes Pembaptis adalah nabi padang gurun............................................... 36
II.1.3.1. Yohanes sebagai nabi.................................................................................... 36
II.1.3.1.1. Kesejajaran dengan para nabi lain.............................................................. 36
II.1.3.1.2. Identifikasi dengan Elia............................................................................. 37
II.1.3.2. Padang gurun................................................................................................ 38
II.1.3.2.1. Arti padang gurun...................................................................................... 38
II.1.3.2.2. Nabi di padang gurun................................................................................ 40
II.1.3.2.2.1. Pakaian Yohanes Pembaptis................................................................... 40
II.1.3.2.2.2. Makanan Yohanes Pembaptis................................................................. 41
II.1.3.2.2.2.1. Belalang............................................................................................... 41
II.1.3.2.2.2.2 Madu hutan........................................................................................... 41
II.2. Isi pewartaan Yohanes Pembaptis...................................................................... 43
II.2.1. Realitas dosa.................................................................................................... 42
II.2.1.1. Dosa dalam Perjanjian Lama........................................................................ 43
II.2.1.2. Dosa dalam Perjanjian Baru.......................................................................... 44
II.2.2. Pertobatan........................................................................................................ 45
II.2.2.1. Penyesalan.................................................................................................... 45
II.2.2.2. Ajakan untuk bertobat.................................................................................. 46
II.2.3. Allah akan mengampuni dosamu..................................................................... 47
II.2.3.1. Allah yang berbelaskasihan........................................................................... 48
II.2.3.2. Allah mengampuni manusia yang bertobat................................................... 49
II.2.3.2.1. Orang-orang yang datang kepada Yohanes Pembaptis............................. 49
II.2.3.2.1.1. Masyarakat biasa..................................................................................... 50
II.2.3.2.1.2. Pemungut Cukai..................................................................................... 51
II.2.3.2.1.3. Prajurit-prajurit........................................................................................ 51
II.2.3.2.1.4. Farisi....................................................................................................... 52
II.2.3.2.1.5. Saduki..................................................................................................... 53
II.2.3.2.2. Kiblat ke padang gurun............................................................................. 53
II.2.4. Pembaptisan sebagai lambang pertobatan........................................................ 55
II.2.4.1. Baptisan dalam Perjanjian Lama................................................................... 55
II.2.4.2. Baptisan Yohanes Pembaptis........................................................................ 56
II.3. Pemberitaan Yohanes Pembaptis tentang “Dia yang lebih Besar” dari
dirinya        ................................................................................................................. 58
II.3.1. Ia akan datang mengikuti Yohanes Pembaptis................................................ 58
II.3.2. Lebih berkuasa dari Yohanes Pembaptis......................................................... 58
II.3.2.1. Paham Yahudi mengenai Mesias.................................................................. 60
II.3.2.2. Mesias menunjuk pada Yesus....................................................................... 61
II.3.2.3. Gambaran Yesus sebagai Mesias.................................................................. 62
II.3.3. Ia akan membaptis dengan Roh Kudus........................................................... 63
II.4. Yohanes Pembaptis membaptis Yesus................................................................ 65
II.4.1. Yesus datang dari Nazaret di tanah Galilea.................................................... 65
II.4.2. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis......................................................... 66
II.4.2.1. Pembaptisan ini bersifat historis................................................................... 66
II.4.2.2. Sikap Yesus terhadap pewartaan Yohanes Pembaptis................................. 66
II.4.2.3. Pemberian diri Yesus untuk dibaptis adalah tindakan kenabian.................. 67
II.5. Kesimpulan......................................................................................................... 68
BAB III. YOHANES PEMBAPTIS: UTUSAN YANG MENDAHULUI TUHAN         69
Pengantar   ................................................................................................................. 69
III.1. Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Tuhan.................................................. 70
III.1.1. Yohanes Pembaptis dalam Komunikasi Ilahi................................................. 70
III.1.2. Yohanes Pembaptis mereartikulasi Sabda Allah............................................ 72
III.1.3. Yohanes Pembaptis memasukkan Yesus dalam lingkup sosial budaya......... 74
III.2. Yohanes Pembaptis sebagai proklamator pertobatan dan pembaptisan............ 74
III.2.1. Pertobatan untuk menyambut Tuhan............................................................. 74
III.2.2. Baptisan Yohanes Pembaptis dan maknanya................................................. 75
III.2.2.1. Ingatan akan karya Allah dalam sejarah keselamatan................................. 76
III.2.2.2. Inspirasi bagi baptisan Kristen.................................................................... 77
III.2.2.2.1. Baptisan Yesus oleh Yohanes sebagai dasar............................................ 78
III.2.2.2.2. Perintah Yesus untuk membaptis............................................................. 79
III.2.2.2.3. Baptisan Kristen....................................................................................... 80
III.2.2.2.4. Cara pembaptisan..................................................................................... 81
III.3. Yohanes Pembaptis sebagai bentara Yesus Kristus.......................................... 83
III.3.1. Sebutan Yesus sebagai Mesias secara tersembunyi........................................ 83
III.3.1.1.Yesus Mesias yang menderita...................................................................... 85
III.3.1.2. Sikap sebagai hamba................................................................................... 86
III.3.2. Orientasi hidup dan misi Yohanes Pembaptis kepada Yesus......................... 87
III. 4. Yohanes Pembaptis dan pemenuhan janji Allah.............................................. 89
III.5. Kesimpulan........................................................................................................ 91
PENUTUP ................................................................................................................ 93
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... xiii

DAFTAR PUSTAKA

Sumber-sumber buku
Bakker, F. L., Sedjarah Keradjaan Allah. Jakarta: Badan Penerbit Kristen, 1965.
Banawiratma, J. B., Membaca Kitab Suci. Yogyakarta: Kanisius, 1986.
Banawiratma, J. B., Baptis, Krisma, Ekaristi. Yogyakarta: Kanisius, 1989.
Baxter, Sidlow. Mengenali Isi Alkitab 3. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2003.
Boland B. J. dan Naipospos, P. S., Tafsiran Alkitab Lukas. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1999.
Brown, Raymond E. dkk., The Jerome Biblical Commentary. London: Geoffrey Chapmen, 1968.
Bruggen, Jakob van. Markus: Injil Menurut Petrus. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2006.
Cullmann, Oscar. The Christology of  The New Testament. London: SCM Press LTD, 1955.
Darmawijaya, St., Masa Kanak-Kanak Yesus. Yogyakarta: Kanisius, 1990.
Darmawijaya, St., Warisan Para Nabi. Yogyakarta: Kanisius, 1992.
Darmawijaya, St., Gelar-Gelar Yesus. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Darmawijaya, St., Pengantar Ke Dalam Misteri Yesus Kristus. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Dister, Nico Syukur. Teologi Sistematika 1. Yogyakarta: Kanisius, 2004.
Dister, Nico Syukur. Kristologi. Yogyakarta: Kanisius, 1987.
Drewes, B. E., Satu Injil Tiga Pekabar. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1997.
Embuiru, H., Aku percaya. Ende: Penerbit Nusa Indah, 1985.
Embuiru, H., Katekismus Gereja Katolik. Ende: Percetakan Arnoldus, 1995.
Groenen, C., Pengantar Ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1984.
Groenen, C., Panggilan Kristen. Yogyakarta: Kanisius, 1979.
Groenen, C., Peristiwa Yesus. Yogyakarta: Kanisius, 1979.
Gutrie, D., dkk., Tafsir Alkitab Masa Kini: Ayub-Maleakhi. Jakarta: YKBK/OMF, 1999.
Hadiwardoyo, Al Purwa. Pertobatan Dalam Tradisi Katolik. Yogyakarta: Kanisius, 2007.
Hadiwardoyo, Al Purwa. Catatan-catatan Singkat tentang Kitab Suci. Yogyakarta: Kanisius, 2000.
Hadiwardoyo, Al Purwa. Injil Markus. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama, 2007.
Jacobs,  Tom. Imanuel. Yogyakarta: Kanisius, 2000.
Kavanagh, Aiden. Tatacara Pembaptisan. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Keene, Michael. Kristianitas. Yogyakarta: Kanisius, 2006.
Kee, Howard Clark. Understanding The New Testament. Quezon City: Claretian Publication, 1983.
Kingsburry, J. D., Matthew  As Story. Philadelphia: Fortress Press, 1988.
Konsili Vatikan II. Konstitusi Pastoral tentang Gereja Dalam Dunia Dewasa Ini “Gaudium et Spes”. (18 November 1965). Dokpen KWI (1993), art. 13.
Komisi Kitab Suci Kepausan. Penafsiran Alkitab dalam Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 2007.
KWI., Iman Katolik. Yogyakarta: Kanisius, 1996.
LBI., Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius, 2002.
LBI., Injil Matius. Yogyakarta: Kanisius, 1981.
Lembaga Biblika SS.D., Kuliah Tertulis Mengenai Ajaran Kitab Suci. Djakarta Raya: Sekolah Grafika-Serengseng Sawah, 1967.
Leks, Stefan. Tafsir Injil Markus. Yogyakarta: Kanisius, 2003.
Leks, Stefan. Menuju Tanah Terjanji. Flores: Percetakan Arnoldus Ende, 1978.
Leks, Stefan. Kitab Suci: Dalam 33 Pelajaran. Jakarta: Penerbit Celesty Hieronika, 2002.
Leeuw, V. de., Membalik-balik Kitab Suci II. Flores: Penerbit Nusa Indah, 1967.
Linden, Philip Van “Markus”, dalam  LBI, Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 2002.
Marshall, Christopher D., Faith As A Theme In Mark’s Narrative. Melbourne: Cambridge University Press, 1989.
Martasudjita, E., Sakramen-Sakramen Gereja. Yogyakarta: Kanisius, 2003.
Midgley, J. B., Saint John The Baptist. London: The Saint Austin Press, 2001.
Moltmann, Jurgen. The Experience of Hope. London: SCM Press LTD, 1975.
Nolan, Albert. Yesus Sebelum Agama Kristen. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Njiolah, Hendrik. Syahadat Para Rasul Dalam Perspektif Kitab Suci. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama, 2002.
Njiolah, Hendrik. Baptis, Krisma, Ekaristi. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama, 2004.
Powell, M. A., What Is Narrative Criticism? Mineapolis: Forteress Press, 1994.
Pazdan, Margareth. ”Maleakhi”, dalam LBI, Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius, 2001.
Rhoads, David and Michie, Donald. Mark as Story: An Introduction to the Narrative of  a Gospel. Philadelphia: Protress Press, 1982.
Rops, Daniel. Yesus And His Time. New York: A division of doublay and Company, 1958.
Schanackenburg, Rudolf. The Gospel According To St. Mark. London: Sheed and Word, 1971.
Suhartono, Martin. Kasih Dalam Kisah dan Kisah Dalam Kasih. Yogyakarta: Lembaga Pengembangan Kataketik Puskat, 1999.
Suharyo, I.,  Mengenal Tulisan Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Suharyo, I., Pengantar Injil Sinoptik. Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Sutopo J., Mysterium Christi. Jokjakarta: Penerbitan Jajasan Kanisius, 1970.
Sitompul A. A. dan Beyer, U., Metode Penafsiran Alikitab. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 1985.

Kamus dan Ensiklopedi
Bruce, F. F. dkk., Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jakarta: YKBK/OMF, 2001.
Dufour, Xavier Leon. Ensiklopedi Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1990.
Heuken, A., Ensiklopedi Gereja. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2005.
Hartman, Louis F., EncyclopedicDictionary of The Bible. New York: McGraw-Hill Book Company, inc., 1963.
O’Collins, Gerald dan Edward, Farrugia G., Kamus Teologi. Yogyakarta: Kanisius, 1996.
Poewardaminta, W. J. S., Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Artikel-artikel
Godjaly, Dede. Aku Bukan Elia. Diambil dari:
Harun, Martin. “Penelitian Sumber”, dalam LAI., Metode Tafsir Alkitab (Forum Biblika/no.8/1998)
Herlianto. Baptisan: Percik atau Selam. Diambil dari:
Josephus, Flavius.  in Jewish Antiquities book 18, chapter 5, paragraph 2. Diambil dari:
Kaha, Gregorius. Sang Mesias. Diambil dari:
Mastra, Made Gunaraksawati. Sakramen baptisan, Diambil dari: 
Moser, Theresa. “Marks’s Gospel: A Drama?” The Bible Today (November 1975).
Noorseno, Bambang. Nama Yahwe: Harus dipertahankan atau boleh diterjemahkan dalam bahasa lain? Diambil dari:
http://www,Iscs,id/do/index.php?option=com-content&task=view&id=47&itemid=2

Rousseau, Robert P., John The Baptist: Jesus’ Forerunner in Mark’s Christology”, dalam The Bible Today (March 1975).
Santoso, Handoyo. Yohanes Pembaptis. Diambil dari:
Stock, Augustine. “The Structure of Mark”, dalam The Bible Today (September 1985).
Subekty, Ant., “Markus, Anakku”, Utusan (April 1983).



[1] Yohanes Pembaptis diceritakan dalam teks-teks berikut ini: Mat.: 3:1-17; 11:2-18; 14:1-12; 17:13; 21:32, Mrk.: 1:2-9; 1:14; 2:18; 6:14-29; 8:28; 9:11-13; 11:30-32, Luk.: 1:5:25; 1:57-66; 3:1-20; 7:18-35; 9:7-9; 9:19; 11:1; 16:16; 20:4, Yoh.: 1:15-17; 1:19-37, 40; 5:36; 10:41, Kis.: 1:5; 11:16; 18:25.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar