Senin, 11 Oktober 2010

Hotel Menara Salty: Cabang Betlehem

Tujuan: Drama pendek ini menyajikan kisah kelahiran Kristus dalam cara yang lucu, dan berfungsi sebagai sebuah pengenalan yang baik pada tema kristiani yang mana saja. Karakter-karakternya mungkin mengingatkan Anda dan penonton Anda pada hotel Torquay yang menjadi terkenal dalam sebuah acara komedi situasi pada tahun 1970-an. Drama pendek ini harus ditampilkan pada situasi yang ramai sekali.
Pemain: Pak Salty, pemilik hotel yang jengkel; Bu Salty, istrinya yang pemarah; Carlos, pelayan asal Spanyol mereka yang tidak beruntung (semuanya mengenakan kostum gaya tahun 1970-an); Felix, penghulu laskar Roma; Maria dan Yusuf, para gembala dan Orang-Orang Majus (semuanya mengenakan kostum Kelahiran Kristus tradisional).
Properti: Karena ada banyak pintu masuk dan pintu keluar, Anda perlu membuat semacam "perlengkapan." Fitur yang paling penting adalah pintu utama yang terbuka di bagian belakang panggung dan cukup besar untuk tempat bersembunyi beberapa orang di belakangnya. Anda juga membutuhkan sebuah meja di sisi kiri panggung dengan sepasang telepon dan sebuah papan kecil bertuliskan "Resepsionis", serta pastikan ada beberapa jalan keluar (bagian belakang kiri meja menuju bar, di sebelah kanan tangga, dapur, dan kandang hewan). Anda juga membutuhkan: rekaman "Hallelujah Chorus"; papan penjepit kertas; formulir sensus; bel pintu; semangkuk air; domba mainan; hadiah-hadiah milik orang-orang bijak.
(Bu Salty sedang bersandar di meja dan asyik berbicara di telepon.)
Bu Salty: "Oh, aku tahu ... aku tahu ... itu buruk sekali, kan?" (Pak Salty menghampiri dengan membawa papan penjepit kertas. Dia melihat Pak Salty dan memberi isyarat kepadanya. Ke telepon.) "Tunggu sebentar!"
Pak Salty: (Dengan gigi menggeretak.) "Ya, cahaya hidupku?"
Bu Salty: (Meletakkan tangannya di atas gagang telepon.) "Kamu ingat untuk membagikan semua formulir sensus itu ke para tamu, kan?"
Pak Salty: "Tidak sayang, aku baru saja dari atas bercengkerama dengan mereka. Menurutmu, apa yang aku lakukan?"
Bu Salty: "Dan kamu sudah mengecek bahwa tamu kita malam ini tidak terlalu banyak? Kita tidak bisa melanggar jumlah tamu maksimal untuk keamanan mereka jika terjadi kebakaran, hanya malam ini."
Pak Salty: "Ya, Sayang -- kita memiliki 40 tamu persis."
Bu Salty: "Bagus, yah perwira Roma yang baik yang mengumpulkan formulir-formulir sensus itu akan tiba sebentar lagi. (Ke telepon.) Maaf akan hal ini. Aku tadi sampai di mana?"
Pak Salty: "Ya, Sayang, dan aku harus mengatakan betapa berterima kasih diriku atas bantuanmu. Itulah yang aku suka dari mengelola hotel ini sebagai bisnis keluarga. Itu berarti aku melakukan semua pekerjaan dan kau menumpuk tagihan telepon sebesar utang nasional". (Bel pintu berbunyi.)
Bu Salty: (Ke telepon.) "Oh, aku tahu." (Kepada Pak Salty.) "Itu pasti dia!"
Pak Salty: "Oh ya, aku akan membukakannya, bolehkah? Tidak, tidak, jangan merasa kamu harus bergerak satu inci pun. Aku akan mengecat sisi hotel ketika aku di luar sana, bolehkah? Atau bolehkah aku membawakan puding susu berukuran besar lagi untukmu?" (Dia membuka pintu. Yang datang adalah Maria dan Yusuf.) "Ya?"
Yusuf: "Ehm ... kami membutuhkan kamar untuk malam ini."
Pak Salty: "Maaf. Sudah penuh." (Dia menutup pintu. Bel pintu berbunyi lagi. Pak Salty membuka pintu lagi.) "Ya?"
Yusuf: "Begini, sebenarnya saya tidak ingin menyusahkan Anda, tetapi semua hotel lain sudah penuh dan Maria akan melahirkan seorang bayi. Adakah tempat lain yang bisa kami tuju?"
Pak Salty: "Bagaimana kalau Beirut?"
Bu Salty: (Meletakkan telepon dan menghampiri mereka.) "Jangan kasar! (Menoleh kepada Maria dan Yusuf.) Saya minta maaf tentang suami saya. Masuklah. Selamat datang di Hotel Menara Salty cabang Betlehem. Saya yakin kami dapat mencarikan suatu tempat untuk kalian."
Pak Salty: (Menyeret Bu Salty.) "Tetapi kita sudah penuh, Sayang!"
Bu Salty: "Kita tidak dapat meninggalkan dia di jalanan dalam kondisi seperti itu!"
Pak Salty: "Oh, saya minta maaf. Kesalahan saya." (Kepada Maria dan Yusuf.) "Silakan, pakailah tempat tidur saya. Saya akan pergi dan tidur di luar dalam sebuah kotak kardus. Tidak, saya memaksa! (Dia keluar, kemudian langsung kembali.) "Itu adalah petugas sensus!" (Dia mulai berlari berputar-putar dengan penuh kekalutan.) Anda tidak seharusnya ada di sini!"
Yusuf: "Kami akan pergi -- kami tidak keberatan!"
Pak Salty: "Begini, pergilah ke kandang hewan di belakang. Kandang hewan itu agak kotor, tetapi kalian dapat menunggu di sana sampai petugas sensus itu pergi."
(Bel pintu berbunyi. Yusuf dan Maria keluar bersama Bu Salty.)
Pak Salty: (Membukakan pintu untuk Felix.) "Selamat malam, Pak! (Melewati Pak Salty.) "Namaku Felix. Apakah ini Hotel Menara Salty ?"
Pak Salty: (Dengan merendah diri.) "Ya benar, dan bolehkah saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan betapa senangnya bertemu dengan seorang yang terkenal...."
Felix: "Tamu Anda seharusnya hanya 40 orang. Apakah itu benar?" (Bergerak ke arah gudang. Pak Salty menghalanginya.)
Pak Salty: "Ya benar."
Felix: "Nah, aku akan mengecek." (Bergerak ke arah gudang. Pak Salty menghalanginya lagi.)
Pak Salty: "Em, tidak. Anda tidak boleh. Em ... ada sapi-sapi di kandang hewan itu."
Felix: "Tentu saja ada! Bukankah hal itu biasa?" (Melewatinya.)
Pak Salty: (Membentangkan tangan ke dada Felix.) "Em, ya. Mereka adalah sapi-sapi pemakan manusia. Dan sangat menyukai warga Roma. Seekor sapi memakan seorang pemungut pajak minggu lalu. Mungkin jika Anda mau ke lantai atas, saya bisa ... em ... menenangkan mereka supaya tidak mengganggu Anda." (Berteriak.) Carlos!"
Bu Salty: (Muncul dari kandang hewan.) "Ah, Pak Felix. Betapa senangnya bertemu dengan Anda. Dapatkah kita mengumpulkan formulir-formulir sensus dari para tamu?" (Bu Salty mengajak Felix pergi. Pak Salty tersenyum pada mereka sampai mereka pergi, kemudian pergi ke kandang hewan. Carlos maju dengan cepat.)
Carlos: "Apa?" (Dia melihat sekitar dan mulai pergi. Pak Salty muncul lagi.)
Pak Salty: "Air panas! Air panas dan handuk! Carlos!"
Carlos: "Apa? Air panas?"
Pak Salty: "Ya, pergilah dan ambilkan sedikit air panas! Itu untuk bayi!"
Carlos: "Bayi? Anda punya bayi, Pak Salty?" (Dia mulai tertawa dan menunjuk Pak Salty.)
Pak Salty: "Bukan bayiku! Cepat pergi!" (Bu Salty dan Felix muncul dengan membawa setumpuk formulir ketika Carlos lari keluar dari arah yang lain.)
Felix: "Ya, baik sekali kamu menyiapkan formulirnya, Bu Salty. Aku rasa ada 40 tamu dan empat staf."
Pak Salty: (Masih melihat ke arah Carlos pergi dan berteriak kepadanya.) "Air panas dan handuk!"
Felix: "Air panas?"
Pak Salty: (Berputar dan melihatnya.) "Ah, ya. Ermintrude baru saja membuat kekacauan di kandang hewan dan ... yah, Anda tidak bisa begitu berhati-hati sejauh kebersihan diperhatikan. Bolehkah saya mengambilkan minuman untuk Anda dari bar?" (Mendorongnya ke bar.)
Felix: "Aku rasa sebaiknya aku mengecek kandang hewan itu...."
Pak Salty:"Kandang hewan itu bukan tempat yang bagus ... (Carlos muncul kembali dengan membawa semangkuk airpanas dan menumpahkannya ke Pak Salty.) Aaaarrgghh! Carlos!" (Dia meninju Carlos di dekat telinga.)
Carlos: "Ow! Tetapi Pak Salty! Itu untuk bayi!"
Felix: (Melihat formulir-formulirnya.) "Bayi? Aku tidak mempunyai catatan seorang bayi!"
Pak Salty: "Bayi ... em, ya, bayi sapi."
Carlos: "Kita tidak punya bayi sapi."
(Pak Salty menendang kakinya. Carlos terjatuh.)
Pak Salty: "Saya minta maaf -- dia dari Barcelona. Kami baru saja melatihnya."
(Bayi masih menangis dari luar panggung. Pak Salty mulai menangis.) Em ... ya, hari ini benar-benar hari yang sangat emosional, hari dengan seekor sapi baru dalam keluarga... (Ke samping.) kecuali istri saya, yang... . (Kepada Felix.) Apakah Anda ingin minum dengan naga tua tersebut ketika saya ganti pakaian...? (Paduan suara para malaikat menyanyikan `Hallelujah Chorus,' -- entah dari rekaman, atau menggunakan paduan suara yang sebenarnya. Pak Salty, Bu Salty, Carlos, dan Felix melihat sekeliling mereka, bingung dari mana suara tersebut berasal. Ketika lagu itu selesai, Pak Salty tersenyum lemah kepada Felix.) Saya minta maaf. Lagi-lagi, itu adalah malam karaoke di sebelah rumah." (Bu Salty menuntun Felix yang kebingungan menuju bar.)
Carlos: "Saya ambilkan air panas untuk Anda?"
Pak Salty: "Tidak, itu tidak perlu, terima kasih, Carlos. Dia pasti sudah melahirkan anak kembar tiga ketika kamu kembali." (Dia pergi ganti pakaian. Bel pintu berbunyi.)
Carlos: "Pak Salty? Bu Salty? (Mengangkat bahunya dan membukakan pintu. Ada tiga gembala di depan pintu.) Selamat datang di hotel kami. Saya berasal dari Barcelona."
Gembala: "Malam, Pak. Inikah tempat Sang Penyelamat?"
Carlos: "Apa? Penyelamat? Tidak ada Penyelamat di sini."
Gembala: (Melewati Carlos.) "Begini, serombongan malaikat memberi tahu kami di sini, jadi pasti di sini. Mereka mengatakan akan ada seorang bayi dibungkus dalam kain-kain bedung dan berbaring di sebuah palungan."
Carlos: "Bayi! Ah, ada bayi, ya. Di kandang hewan."
Gembala: "Ya, inilah tempatnya, kawan. Ayo." (Para Gembala mengikutinya masuk, lengkap dengan domba mainan. Salah seekor domba ditinggal di lobi.)
Pak Salty: (Ketika dia masuk lagi, mengenakan jaket yang berbeda.) "Carlos! Siapa orang-orang itu? Kenapa kamu membiarkan mereka masuk?"
Carlos: "Mereka datang untuk menengok bayi."
Pak Salty: (Meninju dirinya di dekat telinga.) "Dasar orang tolol! Kita kedatangan petugas sensus di sini yang mengecek berapa banyak orang yang menginap dan kamu mengundang separuh populasi pedesaan Yudea untuk menengok bayi!" (Pak Salty mengambil domba yang tertinggal sebagaimana Bu Salty dan Felix masuk kembali. Carlos pergi ke kandang hewan. Pak Salty berbicara pada domba tersebut.) "Ayo, keluar sekarang!"
Bu Salty: "Yah, terima kasih banyak atas waktu Anda...."
Felix: "Apakah itu seekor bayi domba juga?"
Pak Salty: (Berusaha untuk menyembunyikan domba itu di belakang punggungnya, kemudian sadar bahwa hal itu tidak akan berhasil dan menunjukkannya.) "Oh, ini? Em ... tidak, kami baru saja mendapatkannya. Ini untuk makan malam ini. (Gembala mengeluarkan suara domba yang mengembik dengan sedih di luar panggung.) Yah, kami ingin memastikan daging kami ini segar. (Pak Salty melempar domba ke dapur, kemudian menuju pintu dan membukanya. Ketika dia membukanya, kami melihat tiga orang bijak di depan pintu. Tidak akan ada orang yang melihat mereka untuk sementara, karena Bu Salty membantu Felix mengenakan jubah Roma-nya. Satu orang bijak berdehem untuk mendapatkan perhatian Pak Salty, dan ketika Pak Salty menyadarinya, dia memekik dan membanting pintu.) Em ... barangkali Anda ingin masuk dan melihat dapur kami dan melihat seberapa segar daging kami, Pak Felix? (Dia mendorong Felix ke dapur. Bu Salty mengejarnya, masih memegang jubahnya. Pak Salty membuka pintu lagi.) Ya?"
Orang Majus: "Kami datang untuk menengok Raja Orang Yahudi. Kami membawa hadiah."
(Dia mengeluarkan sebuah hadiah.)
Pak Salty: (Mengambilnya.) "Yah, kalian sangat baik. Saya pastikan hadiah ini sampai. (Menutup pintu. Bel pintu berbunyi lagi, dan Pak Salty membuka pintu lagi.) Apakah kalian menginginkan yang lain?"
Orang Majus: "Kami telah menempuh perjalanan jauh. Kami ingin melihat Raja kami."
Pak Salty: "Tepat seperti yang saya kira. Turis! (Dengan keras, seolah-olah kepada seorang idiot.) Apakah Anda sudah mendatangi istana?"
Orang Majus: "Belum, Raja ini baru saja dilahirkan. Kami telah melihat bintang itu!" (Menunjuk ke atas.)
Pak Salty: (Melihat ke atas hotel. Kemudian, dia pikir orang bijak itu merujuk pada kenyataan bahwa hotelnya adalah hotel berbintang satu.) "Ah, ya, saya tahu. Sungguh memalukan mereka hanya memberi kami satu bintang, tetapi saya kira kalian akan mengetahui bahwa makanan di sini sangat lezat. (Membau.) Bau apa itu?"
Orang Majus: "Itu adalah bau kemenyan damar yang dibakar."
Pak Salty: (Menunjukkan sikap meremehkan.) "Yah, barangkali Pak Kemenyan dapat menjauh. Sekarang, begini, ada seorang bayi di gudang kandang hewan di sini, tetapi Anda tidak bisa...." (Carlos buru-buru masuk.)
Carlos: "Ah, Pak Salty! Bayi yang cantik! Anda ingin melihatnya?"
Orang Majus: "Dia ada di sini, kan? Mari, kita memberi hormat."
(Mereka beramai-ramai memasuki ruang depan dan menuju kandang hewan.)
Pak Salty: "Ada apa dengan bayi ini? Apa kalian semua keluarganya atau bagaimana? Begini, saya pengelola hotel di sini! Saya tidak mengizinkan ada reuni keluarga di kandang hewan saya...."
Carlos: "Pak Salty! Dia memberi nama yang sama dengan saudara laki-laki saya untuk bayi itu!"
Pak Salty: "Dia apa?"
Carlos: "Dia memberi nama yang sama dengan saudara laki-laki saya yang bekerja di Inggris untuk bayi itu! Saya menanyakan namanya dan mereka menjawab `Imanuel!' " (Mengucapkannya seperti nama Spanyol. Bu Salty dan Felix masuk lagi ketika Pak Salty memukul Carlos lagi. Bu Salty masih memegang jubah Felix.)
Felix: "Yah, terima kasih atas tawarannya, Bu Salty, tetapi aku benar-benar tidak punya waktu untuk makan siang ..."
Pak Salty: (Memegang Felix dan mengantarnya di pintu.) "Ya, begini, mungkin Anda harus pergi. Sangat menyenangkan dapat bertemu dengan Anda. Sampaikan salam kami untuk Kaisar ketika Anda bertemu dengannya .... (Melemparnya keluar pintu dan menutup pintu.) Aku harap dia senang menghabiskan uang pajak yang aku dapatkan dengan bekerja sekuat tenaga...."
Felix: (Masuk lagi.) "Tetapi jubahku...! (Dia mendekati Bu Salty ketika Maria, Yusuf, Para Gembala, dan ORANG-Orang Majus muncul dari kandang hewan.) Apa...? Siapa orang-orang ini, Pak Salty?"
Maria: "Pak Salty! Terima kasih banyak karena mengizinkan kami menggunakan gudang Anda. Kami ingin memperlihatkan bayi ini kepada Anda juga. Dia adalah Penyelamat Dunia. Raja Orang Yahudi."
Pak Salty: (Memandang dari Maria ke Felix dengan mulut terbuka dan ke Maria lagi, menutupi wajah dengan tangannya dan merosot ke lantai. Dia berteriak.) "Ya Tuhan!"
Yusuf: "Ya, dia juga!" (Semua diam.)
http://natal.sabda.org/hotel_menara_salty_cabang_betlehem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar